Kasuistika Pemerintahan

Jumat, 15 Januari 2021 - 12:45 WIB

6 tahun yang lalu

logo

Kanan. Sudiyo Kepala Dinas Kesehatan saat mendampingi R. Abd Latif Amin Imron Bupati Bangkalan di Balai Diklat. (Foto : Dok / Ist / klikku.net / Anam)

Kanan. Sudiyo Kepala Dinas Kesehatan saat mendampingi R. Abd Latif Amin Imron Bupati Bangkalan di Balai Diklat. (Foto : Dok / Ist / klikku.net / Anam)

Peran Dinkes Bangkalan Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Covid-19

Bangkalan — Dinas kesehatan Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan wabah covid-19 memiliki 22 UPT se-kabupaten dengan dilengkapi fasilitas 2 tempat tidur untuk ruang isolasi dimasing-masing puskesmas.

Setiap puskesmas sudah mampu melakukan pemeriksaan Swab yang didukung oleh Tenaga Kesehatan Terlatih. SDM nya terdiri dari Surveilans 22 orang yang tersebar diseluruh puskesmas, Dokter Spesialis 71 orang, Dokter Umum 107 orang, Dokter Gigi 31 orang, Perawat 1043 orang dan Bidan 1152 orang.

Keterangan resmi yang diterima redaksi klikku.net dari Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo mengemukakan untuk fasilitas obeservasi karantina telah menyiapkan Balai Diklat dengan kapasitas 25 pasien serta sejumlah tenaga medis berupa dokter juga perawat dan berikut mobil ambulance.

Untuk perkembangan Situasi Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan diupdate tanggal 13 Januari 2021 pukul 15.00 WIB yaitu Konfirmasi Sembuh 823 (83%), Konfirmasi Dirawat 262 (11%), dan Konfirmasi Meninggal 107 (6%). Jadi total Konfirmasi Kumulatif 1192 dan Konfirmasi Suspek 523.

Sedangkan perkembangan Situasi Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan yakni Kec. Bangkalan 445, Kec. Kamal 200, Kec. Burneh 147, Kec. Socah 79, Kec. Kwanyar 43, Kec. Sukolilo 35, Kec. Arosbaya 37, Kec. Modung 28, Kec. Klampis 31, Kec. Blega 27, Kec. Tanah Merah 29, Kec. Sepulu 18, Kec. Galis 15, Kec. Tanjung Bumi 19, Kec. Tragah 10, Kec. Geger 13, Kec. Kokop 11, Kec. Konang 3, jadi jumlahnya 1192 di Kabupaten Bangkalan. Data tersebut diambil tertanggal 13 januari 2021 berubah menjadi zona kuning orange dan merah.

Didalam perkembangan grafik kumulatif konfirmasi jumlah pasien positif setiap Puskesmas meliputi Bangkalan dengan jumlah tertinggi yaitu 326, Kamal 150, Burneh 124, Kwanyar 35, Sukolilo 33, Socah 30, Jaddih 28, Arosbaya 27, Blega 26, Klampis 25, Tanah Merah 24, Kedungdung 23, Sepulu 16, Tanjung Bumi 14, Banjar 12, Geger 12, Kokop 10, Tragah 9, Modung 4, Galis 3, Konang 2, dan Puskesmas Tongguh 2.

Update situasi data kasus suspek dan data kasus confirm 1.156. Didalam data kasus suspek meliputi kasus suspect 229, kasus probable 5, suspect diisolasi 229, dan suspect discarded 2009. Sedangkan didalam data kasus confirm 1156 meliputi pasien sembuh 823, meninggal 107 dan dirawat 262.

Perkembangan persebaran kasus Covid-19 tanggal 13 Januari 2021 yaitu ada data kasus konfirmasi yang meliputi confirm 1192, confirm bergejala 523, confirm tanpa gejala 669, confirm perjalanan 39, confirm kontak 669 dan confirm tanpa riwayat 484. Kemudian klasifikasi pasien aktif yaitu RS. Lapang 0, RS. Surabaya 8, RSUD Bangkalan 62, Balai Diklat 20, Rumah 170, Mandiri Surabaya 2.

Tercatat sebagian besar pasien sembuh sebanyak 81%, meninggal 11% dan perawatan 8%. Sebagian besar lagi pasien dirawat dirumah sebanyak 51%, RS. Surabaya 13%, RSUD Bangkalan 30%, Balai Diklat 5% dan RS. Lapang 1%.

Juga tercatat presentase rapid test yang reaktif 91% (1.627) dan non reaktif 9% (1.6479). Presentase pemeriksaan swab yang positif 27% (955), negatif 70% (2520) dan pending 3% (98).

Lebih lanjut untuk kriteria resiko daerah berdasarkan warna menurut Sudiyo ada 4 yaitu merah, orange, kuning dan hijau. warna merah berarti level 4 dengan risiko tertinggi (penyebaran virus tidak terkendali), warna orange berarti level 3 dengan risiko sedang (risiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali), warna kuning berarti level 2 dengan risiko rendah (penyebaran terkendali, tetap ada kemungkinan transmisi), dan untuk warna hijau berarti level 1 dengan risiko tidak terdampak (risiko penyebaran virus ada tetapi tidak ada kasus).


Reporter : Anam
Editor : Redaktur

833

Baca Lainnya