Daerah Kasuistika Pemerintahan

Jumat, 2 April 2021 - 17:26 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Warga Sumenep berpose buang air besar di genangan air tengah jalan bentuk protes pada pemerintah yang dinilai abai pada permasalahan warganya. (Foto : klikku.net / Holidi)

Warga Sumenep berpose buang air besar di genangan air tengah jalan bentuk protes pada pemerintah yang dinilai abai pada permasalahan warganya. (Foto : klikku.net / Holidi)

Protes Jalan Rusak Pada Pemerintah, Warga Sumenep Berpose Buang Air Besar Digenangan Air

Sumenep | Klikku.net – Beginilah kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Guluk-Guluk dengan Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang kian hari semakin rusak parah. Tidak pelak jalan sepanjang sekitar 3 kilometer itu banyak lubang bertebaran dibeberapa titik, hingga dikeluhkan warga para pengguna jalan.

Hal menarik, para pengguna jalan yang kesal dengan kondisi jalan tersebut melampiaskan kekesalannya dengan berpose buang air besar yang menyindir pemerintah setempat, akibat kondisi jalan tidak ada bedanya dengan sungai yang dikeruk pasirnya.

Aksi buang air besar dijalan rusak parah ini dilakukan oleh salah seorang pengguna jalan yang identitasnya enggan dipublis dimedia ini, diakuinya sebagai bentuk protes dan kecewa terhadap pemerintah Kabupaten Sumenep yang selama ini sengaja membiarkan kondisi jalan tengkorak penghubung dua kecamatan tidak kunjung diperbaiki.

Bahkan dirinya mengaku ketika musim hujan tiba dan malam hari kondisi jalan akan tertutup genangan air dan tidak ada lampu penerangan disepanjang jalur utama Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk membuat para pengguna jalan kesulitan melintas.

“Waduh! Sulit mas kalau sudah turun hujan begini jalan berlobangnya tertutup genangan air apalagi malam hari tambah gak karuan,” ujarnya bernada kesal saat diwawancarai media klikku.net Jum’at Sore, (02/04).

Disinggung soal aksinya buang air besar dijalan, dirinya mengaku merasa kecewa seolah-olah pemerintah sudah tidak perduli terhadap kondisi jalan ini, namun lebih kecewanya lagi dirinya menambahkan, kecamatan Guluk-Guluk ini seakan tidak punya perwakilan di Anggota dewan Sumenep, padahal disini ada banyak dewan, tapi sayang keberadaannya sama dengan tiada.

Dirinya juga mengaku pernah mengalami kecelakaan tunggal akibat terperosok pada lubang besar yang sedang tertutup genangan air sehingga mengakibatkan terjatuh dan luka parah dibagian kaki dan tangannya.

“Pemerintah kok tak perduli, dewannya juga begitu ‘Wujuduhu ka adamihi’ Saya pernah jatuh mas, kejeglong dan luka tangan dan kaki saya,” ungkapnya kesal.

 

Sejumlah warga melintasi jalan penghubung antar kecamatan. (Foto : klikku.net / Holidi)

Menurut salah satu warga lain yang biasa melintas, Hariri (22) mengapresiasi, jika ada pengguna jalan yang masih peduli dan mau mengkritisi dengan aksi sindiran seperti itu. Namun selama ini ia juga sering mengeluh karena jalan semakin rusak parah.

“Rusaknya parah, disamping itu setiap kali hujan licin dan tidak sedikit ada juga pengendara yang jatuh,” kata Hariri pada media ini, Jum’at (02/04).

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep, Madura, saat dikonfirmasi Tim Klikku.net melalui akun WhatAppnya perihal kondisi jalan rusak yang telah memakan korban tersebut masih belum ada respon.


Editor : Anam

Reporter : Holidi

2620

Baca Lainnya