Sumenep | Klikku.net – Pengurus Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur mendatangi kantor unit Bank BNI kecamatan Pragaan, Sumenep, dalam rangka mencari titik terang terkait data yang diduplikasi oleh oknum tidak bertanggung jawab beberapa waktu lalu.
Maksud kedatangan para pengurus Yayasan sosial dan dakwah Siratul Islam merupakan agenda penting yang ditempuhnya dengan jalan melakukan audiensi dengan pihak Bank BNI Unit Pragaan.
Disampaikan pihak yayasan bahwa hal ini dilakukan bertujuan untuk mencari fakta yang sebenarnya agar nama baik Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam, tidak tercoreng hanya dengan kasus murahan itu. Bahkan pihaknya menyampaikan jalur audiensi ini sekaligus mempertanyakan petunjuk teknis pencairan BOP.
“Kami bertujan datang kesini, pertama, ingin menunjukkan bahwa yayasan kami benar-benar tidak terlibat, sekaligus membersihkan nama baik yayasan. Kedua, kami ingin menanyakan juknis pencairan yang dilakukan oleh oknum apakah sudah memenuhi juknis.” ujar ketua yayasan, Subairi. pada media klikku.net selasa (06/04) pagi paska mendatangi bank penyalur BOP Kemenag tersebut.
Lebih lanjut, Subairi menyampaikan pihaknya mempertanyakan juknis, legalitas serta keaslian berkas yang ada pada pihak Bank BNI yang sengaja disetorkan oknum untuk pencairan dana BOP Covid 19.
“Apakah semua berkas itu asli dan sudah memenuhi juknis,” terangnya pada media ini.
Masih menurut ketua yayasan, pihaknya melakukan audiensi tersebut dalam rangka mengonfirmasi kebenaran berkas-berkas Siratul Islam yang disalahgunakan. Dan menurutnya setelah melakukan pengecekan ternyatan benar.
Jadi arsip yang dimiliki oleh pihak Bank BNI Unit Pragaan, diakui memang betul demikian, cuma bukti-bukti itu menurut pihak yayasan tidak bisa dikeluarkan oleh pihak perbankan, atau tidak diperkenankan untuk digandakan, bahkan tidak boleh difoto.
Audiensi yang berlangsung sekitar 2 jam itu diterima langsung oleh kepala Unit BNI Paragaan, Budi Kiswono di ruang kerjanya.
Namun, pihak BNI Unit Pragaan saat ingin dimintai keterangan oleh tim klikku.net, tidak berkenan untuk berkomentar.
“Mohon maaf mas, coba langsung konfirmasi ke BNI cabang Sumenep,” ucap kepala Unit BNI Parenduan, Budi berkilah.
Dihubungi terpisah Kepala kantor Cabang BNI Kabupaten Sumenep melalui bagian nasabah, Wahyu Adji P, pihaknya juga enggan berkomentar dan hanya mengirimkan hasil screen shot pemberitaan media cetak Radar Madura Jawa Pos pada media ini. Selasa Siang sekira pukul 14.21 WIB, (06/04).
Editor : Anam
Reporter : Holidi
