Sumenep | Klikku.net – Ruas jalan Penghubung antara Kecamatan Guluk-Guluk dengan Kecamatan Ganding ini semakin hari alami kerusakan kronis seperti tubuh, jalan di depan Kantor Kecamatan Guluk-Guluk hingga pertigaan jalan penghubung kearah Kecamatan Ganding dan Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipantau tim klikku.net, Kamis (15/04) rusaknya semakin melebar meski sudah ditutup tumpukan batu.
Karenanya, Andi Firdaus (27) masyarakat setempat pengemudi kendaraan roda dua sangat menyayangkan akan sikap diam dinas PU Bina Marga Sumenep dan terkesan abai akan tugas dan fungsinya sebagai lembaga yang mempunyai leading sektor, PU Bina Marga setempat bahkan hingga kini tidak memberikan rambu pada jalan rusak yang kian hari alami kerusakan dibeberapa ruas jalan tersebut.
Bahkan, lebih lanjut Andi membeberkan jika setingkat Dinas PU Bina Marga saja tidak memperhatikan rusaknya jalan ini, dirinya pesimis pihak lain akan merespon melebihi dari wewenang PU dalam memberi perhatian.
Padahal menurutnya pada beberapa waktu lalu dinas terkait sudah menganggarkan Rp. 35,7 M namun, sehingga dirinya menyayangkan jalan tengkorak yang menghubungkan dua kecamatan ini belum tercover dianggaran itu.
Bahkan dirinya menduga kepala dinas terkait tidak punya kemampuan mengelola dinas PU Bina Marga Sumenep, kalau benar demikian menurut Andi lebih baik disarankan mundur agar tidak menjadi sampah OPD.
“Jangan-jangan kepala dinas PU Bina Marga tidak punya kemampuan mengelola dinasnya, mundur saja biar tidak menjadi sampah OPD,” tanyanya bernada kesal saat ditemui media ini diarea lokasi jalan rusak. Kamis pagi (15/04).
Terpantau ditempat lokasi, keadaan lalu lalang para pengguna jalan terlihat membahayakan, pasalnya para pengguna jalan akan menghindari tumpukan batu dan mencari jalan yang masih tersisa bagus dan itu berpotensi alami kecelakaan (Red).
Terkait jalan rusak parah yang jamak mengundang reaksi dari para pengguna jalan ini kepala dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep meminta maaf kepada media ini dan para pengguna jalan Saat dihubungi media ini pada kamis pagi melalui Sambungan WhatsApp miliknya.
“Maaf sebelumnya, untuk ruas jalan Ketawang Laok – Guluk-Guluk sudah dianggarkan ditahun ini dan sedang proses lelang,” Responnya singkat pada media ini, (15/04).
Keadaan itu mengundang reaksi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep saat dikonfirmasi tim klikku.net pada hari ini Kamis pagi malalui sambungan selularnya namun, dua tokoh ini terkesan irit komentar. Ach Fauzi, bupati Sumenep menyampaikan pihaknya akan mengatasi persoalan jalan tersebut.
“Akan kita atasi,” jawab Ach Fauzi salaku Bupati Sumenep singkat saat dihibungi via WhattsApp pribadinya. Kamis (15/04). pagi ini.
Terpisah menurut Wakil bupati Sumenep, Hj. Dewi Kholifah, terhadap kondisi jalan rusak tersebut, wakil bupati yang menjabat perdana ini akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait (Red) saat dihubungi via WhatsApp pribadinya dihari yang sama. Bahkan dirinya sempat mengorek informasi pada media klikku.net.
“Enggih akan dikoordinasi, ini di depan Gudang Garam?,” responnya singkat.
Diketahui kondisi jalan rusak ini beberapa hari lalu sempat dikritisi oleh para pengguna jalan dengan melakukan aksi buang air besar di area jalan tengkorak tersebut.
Aksi buang air besar dijalan rusak parah itu dilakukan oleh salah seorang pengguna jalan yang identitasnya enggan dipublis dimedia ini, diakuinya aksi itu sebagai bentuk protes karena merasa kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep yang selama ini sengaja membiarkan kondisi jalan tengkorak penghubung dua kecamatan tidak kunjung diperbaiki.
Bahkan dirinya mengungkapkan ketika musim hujan tiba pada malam harinya kondisi jalan akan tertutup genangan air yang diperparah dengan tidak adanya Lampu Penerang Jalan Umum (PJU) disepanjang jalur utama Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk membuat para pengguna jalan kesulitan melintas dan mudah menyebabkan pengguna jalan terperosok.
Editor : Anam
Reporter : Holidi
