Gresik,klikk.net – Kekosongan jabatan Kaur Pemerintahan di pemdes Munggu Gebang Kecamatan Benjeng Gresik akhirnya terisi, setelah Panitia Penjaringan Perangkat Desa (P3D) yang terbentuk membuka tahapan pendaftaran penerimaan jabatan Kaur Pemerintahan sampai tahapan seleksi dengan ujian tertulis di Pendopo Balai Desa Munggu Gebang pada Sabtu, siang (1/5/2021).
Namun dalam tahapan penjaringan dan penyaringan peserta seleksi jabatan perangkat desa oleh Panitia P3D munggu gebang tersebut menuai rasa tidak kepuasan, beberapa warga terkait jadwal pelaksanaan penjaringan dan penyaringan jabatan Kaur Pemerintahan yang singkat.
“Yang menjadikan ketidak puasan warga desa Munggu Gebang karena jadwal penjaringan dan penyaringan untuk jabatan Kaur Pemerintahan hanya satu minggu saja. Setelah itu tahapan ujian tertulis,” ujar warga setempat.
Terkait hal tersebut, Ketua P3D Desa Munggu Gebang Aji Setiawan selaku ketua P3D mengatakan ke awak media telah melakukan proses penjaringan dan penyaringan perangkat desa secara transparan.
“Dari hasil penjaringan dan penyaringan tersebut yang mengikuti ujian tertulis terdapat 3 orang. Yakni Suparno, Wildan Erhu Nugraha dan Sri Danarti,” sebutnya setelah acara ujian tertulis selesai.
Proses pelaksanaannya, menurut Aji saat di konfirmasi awak media mengungkapkan sesuai tata tertib yang ada dan sudah transparan.
Pada kesempatan itu, Ketua P3D Aji Setiawan juga memperlihatkan nilai hasil ujian ke awak media, dimana peserta atas nama Suparno mendapatkqn nilai yang sangat sempurna 100, bisa mengalahkan Wildan yang tak lain lulusan S1 di salah satu perguruan tinggi dengan nilai 68 dan yang ketiga SRI DANARTI yang tak lain istri SUPARNO anehnya mendapatkan nilai ujiannya 99.
Kemudian soal dan asal materi bahan ujian yang dipertanyakan lagi kepada Ketua P3D Desa Munggu Gebang terkait apa ada pihak ketiga atau dibuat sendiri diungkapkannya bahwa soal materi ujian penerimaan jabatan Kaur Pemerintahan tersebut dibuat sendiri oleh panitia penjaringan perangkat desa.
Namun sebelumnya, pada saat acara ujian digelar beberapa awak media oleh panitia P3D, dilarang masuk untuk meliputnya, ada apa di balik ini, seperti ambil gambar foto Bahkan sempat bersitegang dan adu argumen dengan salah satu panitia P3D yang jaga di pintu pagar masuk balai desa munggu gebang.
Menanggapi hal tersebut, kembali ketua P3D Aji menyampaikan bahwa larangan memasuki area ujian khususnya para awak media untuk mengambil gambar sudah sesuai kesepakatan pantia P3D.
“Agar demi lancaran acara dan tidak ada gangguan sehingga hanya panitia dan calon peserta ujian yang boleh masuk,” terang Aji ketua panitia.
Namun dengan berjalannya waktu, kabar burung yang beredar dari mulut ke mulut yang belom tentu kebenarannya atau dugaan ada sesuatu di balik ujian penjaringan kaur tersebut, yang sebelumnya sudah pernah terjadi kepada salah satu calon peserta seleksi jabatan di desa tersebut” pungkas warga yang minta tidak mau dipublikasikan.
Reporter : Wandi/ Widji
Editor : Setya
