Surabaya | klikku.net – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Jawa Timur, Yayasan Bhakti Persatuan gelar bakti sosial dengan memberikan bantuan melalui pemerintah daerah, untuk disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut berupa 20 ton beras dan 10 ribu masker medis, yang diserahkan oleh CEO Maspion Group Alim Markus, di gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/6/2021).
Bantuan itu diterima langsung Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Inspektorat Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Arie Subekti, Kepala Biro Logistik Polda Jatim Kombes Pol Pranyoto, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris.
Menurut Alim Markus, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian para pengusaha kepada masyarakat Jawa Timur. “Sebagai pusat perekonomian di Indonesia bagian Timur, harus ada uluran tangan, supaya Jatim bisa bangkit dan lebih baik. Marilah kita berdoa bersama agar pandemi ini cepat berlalu,” ujarnya.
“Beberapa hari yang lalu, Ibu Gubernur menyampaikan kepada saya. Meminta agar para pengusaha bisa memberikan bantuan sembako pada masyarakat. Lalu saya sampaikan pada Yayasan Bhakti Persatuan, yang didalamnya ada Maspion Group, Pak Liem Wu Yuan, Pak Ridwan S. Hardjono dan pengusaha lainnya, yang sepakat menyumbangkan 20 ton beras dan 10 Ribu masker medis. Semoga bisa meringankan beban masyarakat, khususnya pada kawasan yang sedang diberlakukan PPKM mikro seperti Bangkalan,” ungkap Alim Markus.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bantuan logistik berupa beras dan masker medis dari Yayasan Bhakti Persatuan ini. Distribusinya akan diserahkan ke BPBD Bangkalan, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, yang disuport oleh Dinsos Jatim, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.
“Kami minta doa dari semuanya, agar penanganan Covid-19 di Jawa Timur berjalan baik dan lancar. Berkaca pada kejadian Januari 2021 lalu. Dimana kasus Covid-19 di Jatim juga tinggi akibat libur Natal dan Tahun Baru. Sama seperti saat itu, semua pihak bekerja keras. Dan Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ujar Emil.
Emil menambahkan, meski kasus Bangkalan sudah dinyatakan tidak tertinggi di Jatim, karena disalip Banyuwangi. Namun Wagub Jatim itu, tetap meminta masyarakat untuk waspada, tidak lengah dan tetap taat Prokes 5M.
Emil juga meminta doa pada warga Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang dinyatakan positif Covid-19 lagi, agar segera sembuh dan bisa melayani masyarakat.
Seperti diketahui, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk kedua kalinya terpapar Covid-19. Hal ini berdasarkan hasil PCR Swab Test yang dilakukan tim RSUD dr Soetomo Kota Surabaya Jumat (25/6/2021) pagi.
“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon dengan sangat untuk selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus ini dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Jangan lengah dan jangan anggap sepele. Mohon doa agar saya bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti sedia kala,” pesan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (@hmad)
Editor: Joe Meito
