Daerah Kasuistika Pemerintahan

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 07:46 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Koordinasi Warga Kecamatan Sepuluh atas dampak eksploitasi PHE WMO di Perairan Kabupaten Bangkalan.

Koordinasi Warga Kecamatan Sepuluh atas dampak eksploitasi PHE WMO di Perairan Kabupaten Bangkalan.

Aktivitas Eksploitasi PHE WMO Dikeluhkan Nelayan Kecamatan Sepulu Bangkalan

Bangkalan | klikku.net — Adanya kegiatan eksploitasi PHE WMO (Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore) selama ini di wilayah perairan Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dikeluhkan nelayan.

Hal itu diantaranya dikemukakan Ketua forum Komunikasi Pemuda dan Pengusaha Kecamatan Sepuluh H. Muhlisin, dia mengatakan selama ini banyak masyarakat nelayan mengeluhkan dampak adanya perusahan migas PHE WHO yang sudah lama beraktivitas dilaut tempat para nelayan mengais nafkah.

Para nelayan mengeluh atas adanya kegiatan eksploitasi minyak oleh PHE WMO yang mengurangi wilayah tangkap serta hasil ikan, juga karena adanya PHE WMO malah menambah biaya pembelian bahan bakar para nelayan untuk melaut.” ujar Muhlisin ketua forum nelayan Kecamatan Sepuluh.

Hal serupa juga disampaikan Choliq Noor salahsatu tokoh Pemuda Kecamatan Sepuluh, dia mengaku sering dijadikan tempat berkeluhkesah dari para nelayan akibat adanya PHE WMO yang hanya mengambil keuntungan namun tidak ada kegiatan pemberdayaan masyarakat terdampak sekitar tempat eksploitasi.

Selama adanya kegiatan PHE WMO ini masyarakat nelayan disini tidak pernah mendapatkan sosialisasi, apalagi dana CSR yang merupakan kewajiban bagi setiap perusahaan yang harus diberikan pada masyarakat terdampak,” terang Choliq saat ditemui langsung.

Choliq juga memastikan ratusan nelayan di Kecamatan Sepuluh selama adanya kegiatan eksploitasi PHE WMO tidak pernah menerima Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan bentuk tanggungjawab sosial oleh perusahaan pada masyarakat.

Hal tersebut juga di iyakan oleh Sahrul nelayan Desa Sepuluh, dia menegaskan selama mulai adanya kegiatan eksploitasi oleh PHE WMO dirinya memastikan tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari perusahaan terkait apalagi mengenai bentuk CSR nya.

“Sedangkan isu yang berkembang di masyarakat perusahaan PHE WHO telah memberikan kompensasi kepada nelayan terdampak, tapi buktinya kami yang benar benar nelayan tidak pernah mendapat itu, apakah salah memberikan atau tidak tepat saya juga tidak tahu saya hanya nelayan,” terang Sahrul.

Selain itu Sahrul berharap agar perusahaan yang beraktifitas di wilayah Kecamatan Sepuluh khusunya perusahaan PHE WHO, agar jangan merugikan para nelayan sebab keberadaan laut serta ekosistemnya menurut Sahrul sangat berarti bagi kelangsungan kehidupan para nalayan.

 


Editor : Anam

922

Baca Lainnya