Gresik | Klikku.net – Sungguh naas nasib yang telah menimpa gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah tingkat atas ini, sebut saja bunga (16 ) asal Gresik Jawa timur.
Pasalnya, dirinya telah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri.
Ironisnya lagi, pacarnya tersebut memperkosa bunga dengan mengajak teman temannya yang berjumlah enam orang.
Atas kejadian empat bulan lalu yang menimpanya tersebut, tentu saja membuat Bunga beserta keluarganya geram karena sudah menjadi perbincangan para tetangganya.
Dalam penuturan orang tua Bunga, saat itu putrinya sedang diajak ketemuan sama pacarnya dengan inisial Gf dan mau diajak jalan-jalan.
“Namun ditengah perjalanan, tiba tiba Gf menghentikan laju motornya, lantas mengasih seonggok minuman keras dengan nada mengancam kepada Bunga,” tutur ibu Bunga (22/8).
Bahkan pasca mengasih minuman, selang beberapa menit datang lagi teman Gf yang berjumlah 5 orang lalu mengajaknya berputar putar.
“Kondisi anak saya waktu itu sudah limbung, lalu GF mendorong anak saya ke tempat sepi kemudian memperkosanya, bahkan setelah itu teman temannya juga ikut menyaksikan adegan itu kemudian secara bergantian memperkosa anak saya,” tutur ibu Bunga sembari meneteskan air matanya.
Bahkan setelah kejadian yang menimpa Bunga, dirinya ditinggalkan begitu saja tanpa mengenakan sehelai benangpun di tempat yang telah merenggut keperawanannya.
Mendengar apa yang telah menimpa putrinya tersebut, lantas keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.
Namun ditengah perjalanan, keluarga Bunga dicegah oleh salah satu tokoh masyarakat yang bernama KDK, agar tidak usah diproses secara hukum namun bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Ibu Bunga diiming-imingi akan di beri uang serta putrinya akan ada yang bertanggung jawab.
“Namun semua itu hanyalah bualan KDK belaka, saya sekarang sudah menanggung malu, saya akan laporkan kasus ini kepada Mapolres Gresik,” pungkas ibu Bunga.
Sampai berita ini diturunkan, Bunga masih belum mendapatkan pertanggungjawaban dari orang yang telah memperkosa dan pelaku juga masih belum ditangkap polisi.
Reporter : Handoko
Editor : Setya
