Surabaya | klikku.net – Dua perusahaan milik Maspion Group, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) dan PT Alumindo Light Mental Industry Tbk (ALMI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan publik expose secara bersamaan, di Mexx Building Surabaya, Selasa (31/8/2021).
Dalam laporan kinerja yang disampaikan Direktur INAI Cahyadi Salim, penjualan produk INAI untuk semester I/2021 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun 2020. Yaitu tumbuh 14,7 persen dari Rp 548,14 miliar menjadi Rp 628,89 miliar
Hal ini karena produk INAI yang mayoritas adalah produk manufaktur berbahan aluminium ekstrusion, diproduksi berdasarkan pesanan dan banyak diekspor.
“Memang hal ini akan membatasi kapasitas produksi INAI. Namun tingkat loyalitas pelanggan lebih besar. Belum lagi kita diuntungkan dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan RRT. INAI justru banyak mendapat pesanan dari Amerika dan negara pendukungnya, yang sebelumnya mendapat pasokan dari RRT,” ujarnya.
“Berbekal pengalaman, INAI berhasil memenuhi permintaan ekspor. Bahkan lebih dari setengah pendapatan INAI berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan sebagainya,” tambahnya.
Komisaris INAI dan ALMI Welly Muliawan menambahkan, selama daya serap pasar domestik masih belum pulih seperti semula. Diperkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun 2021 dan selanjutnya.
“Sementara itu sektor jasa konstruksi yang selama ini menyumbang sekitar 25%-35% dari total pendapatan INAI, kondisi marjin keuntungannya cukup fluktuatif. Sehingga kami akan lebih selektif dalam pemilihan proyek, mengikuti kondisi dunia usaha nasional. Termasuk saat ini mulai masuk ke proyek perumahan. Dimana sebelumnya didominasi oleh jasa konstruksi perkantoran, apartemen, mall dan stasiun, ” ujarnya.
Sementara itu, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), produsen aluminium foil dan aluminium sheet, menyebut kinerja penjualan selama semester I/2021 mengalami pertumbuhan hingga 58,9 persen (yoy). Dari US$30,3 juta pada periode sama tahun lalu menjadi US$48,2 juta.
Direktur ALMI Wibowo Suryadinata mengatakan, pertumbuhan penjualan itu didorong oleh lonjakan penjualan di pasar domestik sebesar 85,2 persen, dari US$18,2 juta pada semester I tahun lalu menjadi US$33,7 juta di semester I ini.
“Hal ini menunjukkan, bahwa permintaan domestik masih cukup baik, di tengah situasi pandemi. Dan telah menyelamatkan kinerja ALMI,” ujarnya saat paparan publik.
Wibowo juga menjelaskan, selama semester I/2021 pun, distribusi barang produk Alumindo sebesar 68 persen diserap oleh Indonesia. Sedangkan AS menjadi hanya 13,8 persen, disusul Eropa 0,9 persen, Asean 3,5 persen, Australia 1,6 persen.
“Padahal, selama ini pasar ekspor merupakan pasar utama penjualan ALMI. Dengan porsi penjualan ekspor pada 2019 mencapai 70 persen. Adanya pandemi dan perang dagang yang berdampak besar bagi perekonomian dunia, juga berpengaruh buruk terhadap kinerja ALMI,” tambahnya.
“Sehingga kami melakukan diversifikasi pasar ke Kanada, Eropa dan Asean. Selain itu, kami terus berupaya untuk menjalin kerja sama dengan pembeli besar di pasar ekspor,” pungkasnya. (@Nto tse)
Editor: Joe Meito
