Hukrim Peristiwa

Minggu, 3 Oktober 2021 - 19:26 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Kabupaten Sidoarjo Enggan Bertanggung Jawab Terkait Korban Tewas Tertimpah Pohon

SIDOARJO | klikku.net – Harapan hampa selama 1 bulan yang dirasakan oleh Dewi Purwira Sari (37) warga Bangsri 10/04, Bangsri, Sukodono, Sidoarjo, paska meninggalnya sang suami Imam Nur Mawardi (41) setelah tertimpah pohon di Jl. Kedung Turi, Taman, Sidoarjo.

Kejadian pohon yang menimpah Imam Nur Mawardi hingga mengakibatkan tewas di tempat pada Senin (13/9/2021) pukul 18.15 WIB, ternyata tidak ada tanggapan serius dari kedinasan terkait di Kabupaten Sidoarjo.
Awal pemeriksaan yang dilakukan pihak Kepolisian Polsek Taman dan Polres Sidoarjo, menyatakan bahwa hal tersebut adalah sedikit banyak tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Keterangan yang diutarakan oleh pihak Kepolisian tentang hasil pemeriksaan korban tertimpah pohon ditempat kejadian, sedikit banyak adalah tanggung jawab pihak pemerintah Kabupaten Sidoarjo, hal tersebut pernah dikutip oleh media klikku.net di link
https://klikku.net/2021/09/20/diduga-dlh-kabupaten-sidoarjo-lalai-1-nyawa-melayang/

Pihak keluarga korban mendatangi kantor DLH Sidoarjo, Setelah mendapatkan anjuran dari Kepolisian.
Datangnya pihak keluarga korban yaitu Dewi Purwira Sari, ditemui oleh Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Pepohonan, Edi Sutiono.

Edi Sutiono Kabid PJU dan Pohon DLH Sidoarjo

Selama penjelasan yang diutarakan oleh Edi Sutiono, bahwa terkait dengan korban yang tertimpah pohon tidak ada anggaran yang di sediakan oleh Kabupaten Sidoarjo. Lebih lanjut Edi Sutiono mengakui meski adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak DLH Sidoarjo sendiri hingga menyebabkan korban jiwa, pihak nya tidak bisa berbuat banyak.
“Kelalaian atau tidak bila ada korban jiwa yang tertimpa pohon kita tidak ada anggaran untuk memberikan santunan ataupun biaya bela sungkawa,” ujarnya.

Edi Sutiono juga mengakui pihaknya tidak mampu untuk melakukan pengecekan rutin mana mana letak pohon yang harus dirampingkan dan ditebang. Dimaksud langkah antisipasi agar tidak terjadi korban jiwa, masih belum menjadi prioritas pihak DLH Sidoarjo
Ketidak mampuan tersebut dikarenakan jumlah petugas DLH Sidoarjo terbatas, sedangkan Kabupaten Sidoarjo dirasa cukup luas. “Petugas kami terbatas dan tidak bisa secara rata melakukan pengecekan sedangkan luas Sidoarjo cukup besar, jujur saja kita tidak mampu,” tambahnya.

Dari keterangan yang diutarakan oleh Kepala Bidang PJU dan Perpohonan, Edi Sutiono, membuahkan rasa putus asa yang dialami oleh Dewi Purwira Sari (istri korban). Karena menurut Dewi Purwira Sari harusnya pihak DLH Sidoarjo bertangung jawab dengan kejadian yang menyebabkan suaminya tewas.

Bila di cermati untuk kondisi pohon yang terlalu rimbun apalagi dimusim hujan merupakan rawan tumbang, namun pihak DLH Sidoarjo tidak melakukan perampingan. “Harusnya DLH Sidoarjo ada rasa belas kasihan wong ini masalah nyawa manusia bukan nyawa hewan kok bisa setega itu, gak mau tanggung jawab,” sesal ibu beranak lima ini.

Caption : Edi Sutiono selaku Kabid DLH Sidoarjo
Reporter : Tim
Editor. : Yanto

4029

Baca Lainnya