Pendidikan

Senin, 4 Oktober 2021 - 05:11 WIB

5 tahun yang lalu

logo

SD Al Falah Surabaya Gelar Simulasi PTM Dengan Prokes Ketat

Surabaya | klikku.net – Setelah mendapat lampu hijau dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, SD Al Falah mulai menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada siswa kelas 6, Senin (4/10/2021).

Menurut Wakasek Kurikulum Yuni Wakhidah, simulasi ini merupakan salah satu syarat untuk bisa digelarnya proses PTM terbatas.

“Jadi ada beberapa tahapan yang harus kami lalui, untuk bisa menggelar PTM terbatas. Yakni harus memenuhi persyaratan sesuai indikator dalam aplikasi Siap Tatap Muka JogoSuroboyo (STMJ). Serta mendapat lampu hijau perijinan yang tercantum di Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” ujarnya.

“Lalu akan ada asesmen dari Tim Satgas Covid-19 dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan simulasi PTM ini,” tambahnya.

Setelah disetujui, pihak sekolah melakukan sosialisasi pada siswa dan wali siswa kelas 6. Termasuk meminta ijin tertulis dari wali siswa, bahwa ananda diperkenankan hadir di sekolah.

Yuni menambahkan, selama proses simulasi PTM, Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev).

“Apabila simulasi ini dinyatakan sesuai dengan indikator dalam monev. Maka SD Al Falah akan diijinkan menggelar PTM terbatas,” ungkapnya.

Jika selama simulasi, pihaknya hanya diijinkan membuka 2 kelas dengan kapasitas siswa 25%. Maka saat PTM terbatas nanti, bisa membuka 4 kelas dengan kapasitas siswa yang sama.

“Alhamdulillah, sebanyak 54 wali siswa dari total 112 siswa kelas 6, mengijinkan ananda hadir di sekolah. Kami juga menunjukkan pada wali siswa, bahwa pelaksanaan PTM di sekolah tetap menerapkan dan menjaga protokol kesehatan secara ketat,” tuturnya.

“Semoga kami bisa lolos indikator monev dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengijinkan SD Al Falah menggelar PTM terbatas,” pungkasnya.

Sementara itu, Sabrina Ananda Pratiwi siswa kelas 6B, mengaku senang bisa ikut PTM di sekolah. “Karena bisa bertemu dengan teman-teman,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aldyan Battar Maulana. Apalagi, menurut siswa kelas 6A tersebut, pembelajaran daring memiliki banyak kendala.

“Dengan begini, belajarnya lebih enak. Karena saat daring, komunikasi dengan guru lebih susah. Belum lagi, kadang harus putus-putus akibat jaringan internet yang tidak stabil,” ungkapnya. (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

364

Baca Lainnya