Surabaya | klikku.net – Melalui program Bidikmisi Mahasiswa Indonesia, diharapkan bisa mendukung mimpi Indonesia untuk menghasilkan generasi emas pada tahun 2045.
Berkaitan dengan itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperingati Dies Natalis Bidikmisi ITS (BIMITS) ke-10 tahun atau satu dekade, melalui kegiatan bertajuk Dinamits – Through a Decade: Creating Creative, Courageous, and Authoritative Millennials, yang digelar secara daring, Sabtu (16/10/2021).
Seremoni Dinamits dibuka dengan sambutan sekaligus ucapan terima kasih oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng. Ia berharap peringatan satu dekade ini, mampu menjadi momentum refleksi diri. Agar BIMITS menjadi organisasi yang terus maju untuk membantu membangun masa depan mahasiswa. “Terus berkarya dan bawa Indonesia menuju masa emas,” ujarnya
Kegiatan ini dihadiri Prof Dr Ir Mohammad Nuh, selaku Bapak Bidikmisi Indonesia. Ia yang mencetuskan ide beasiswa program bidikmisi untuk mempersiapkan generasi 100 tahun Indonesia merdeka.
Dalam laporannya, M. Nuh menjelaskan bahwa program bidikmisi merupakan bantuan pada mahasiswa berprestasi, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.
“Program bidikmisi dipersiapkan untuk Indonesia Emas 2045. Dan ITS merupakan salah satu target universitasnya,” tuturnya.
Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, tahun 2010 hingga 2040 direncanakan sebagai periode bonus demografi. Sementara pada tahun 2041 hingga 2050, adalah masa kejayaan Indonesia.
“Pada masa itu, Indonesia ditargetkan akan memiliki penduduk yang produktif dan sejahtera. Karena itu, program bidikmisi diciptakan untuk mewujudkan cita-cita, agar mahasiswa dapat bersekolah setinggi-tingginya, meskipun dari keluarga dengan ekonomi terbatas. Kita akan buat yang tidak mungkin menjadi mungkin,” tandas mantan Rektor ITS periode 2003 – 2007 ini.
Sementara itu, Birrul Qodriyyah SKep Ns MSc, salah satu peraih beasiswa LPDP yang dihadirkan sebagai pemateri menyampaikan, bahwa seorang mahasiswa harus belajar serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi agar dapat membuka wawasan.

“Berbagi ilmu pengetahuan juga merupakan salah satu poin penting bagi seseorang yang ingin membuka wawasan. Setidaknya tiga komponen pendukung mahasiswa agar selalu produktif, yaitu bekerja dengan memori atau ingatan, manajemen dalam hidup yang baik, dan berpikir di luar kotak,” ujarnya.
Birrul menambahkan, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga harus menambah pengalaman. “Bisa dengan ikut berorganisasi, menjalin relasi, dan kegiatan nonakademik lain. Harapannya, mahasiswa juga dapat membantu masyarakat, serta meninggalkan jejak berkualitas saat di bangku perkuliahan,” pungkas peraih beasiswa bidikmisi tahun 2013 ini.
Mengakhiri kegiatan, para pemateri berharap mahasiswa termasuk dari Bidikmisi ITS (BIMITS), bisa bermanfaat bagi masyarakat, menuju Indonesia yang adil, demokratis, dan sejahtera. Selain itu, juga memiliki karakter yang tangguh dan mampu memberikan sumbangsih nyata dan kemajuan masyarakat. (@hmad)
Editor: Joe Meito
