Gresik | klikku.net – Muspika Kecamatan Benjeng ajak warga dan perguruan silat Kera sakti, duduk bareng di Balai Desa Jatirembe, Benjeng, Kabupaten Gresik, Senin (25/10/2021).
Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Desa Jatirembe Miftahul Hadi, Camat Benjeng Suryo Wibowo, Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi, Danramil Benjeng Kapten Inf. Ahmad Salami, serta pengurus dan anggota IKS PI Kera Sakti.
Dalam kesempatan itu, Miftahul Hadi menyatakan dirinya prihatin atas kejadian salah paham antara warganya dengan anggota IKS PI Kera Sakti.
“Selaku Kepala Desa Jatirembe, saya berharap kerusuhan yang terjadi pada Jumat (22/10/2021) tidak terulang lagi. Apalagi sejak dulu antara warga kami dengan perguruan silat manapun selalu rukun dan damai,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengurus dan anggota IKS PI Kera Sakti, yang mau datang dan minta maaf pada warganya.
Camat Benjeng Suryo Wibowo pun menyampaikan, ingin agar Benjeng tetap menjadi wilayah yang kondusif.
“Jangan sampai ada kejadian yang meresahkan masyarakat. Saya juga tidak mencari siapa salah dan siapa benar. Kami harap IKS PI Kera Sakti lebih bijak, jika memang ada pihak yang ingin memecah belah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek dan Danramil Benjeng ikut angkat bicara. Selaku penegak hukum, kedua institusi ini tidak akan segan untuk mengusut dan memproses hukum. Apabila kejadian serupa terulang lagi.
Ketua IKS PI Kera Sakti cabang Gresik Jepri Andriawan susilo meminta maaf, secara lisan maupun tertulis karena kesalahpahaman ini telah mengganggu ketentraman warga Desa Jatirembe.
Menurutnya, kejadian ini bermula dari kesalahpahaman pengurus IKS PI Kera Sakti dari kabupaten di luar Gresik, akibat penundaan aksi unjuk rasa damai di Mapolres Gresik.
“Karena aksi unjuk rasa batal, kami memecah rombongan konvoi sesuai dengan arah pulang rombongan. Namun siapa sangka, saat melintas di Desa Jatirembe, justru terjadi kesalahpahaman dengan warga, yang mengakibatkan kontak fisik dan kerusuhan,” ujarnya.
“Atas kejadian tersebut, saya selaku Ketua perguruan IKS PI Kera Sakti cabang Gresik, yang berpusat di Madiun, mengucapkan permohonan maaf, khususnya pada warga Dusun Jatiroto, Desa Jatirembe. Dimana akibat ulah oknum anggota kami tersebut, telah meresahkan dan membuat gangguan kamtibmas,” tambahnya.
“Kami juga siap menganti segala kerugian materi akibat kejadian ini. Dan akan memberi sanksi tegas pada oknum pelaku,” pungkasnya.
Penulis : Handoko
Editor: Joe Meito
