Pendidikan

Kamis, 11 November 2021 - 06:18 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Penyerahan Penghargaan 10 Nopember oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kanan) kepada Gus Dur, yang diwakili putri ketiga almarhum, Anita Hayatunnufus Wahid

Penyerahan Penghargaan 10 Nopember oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kanan) kepada Gus Dur, yang diwakili putri ketiga almarhum, Anita Hayatunnufus Wahid

Di Usia 61 Tahun, ITS Makin Memajukan Nilai Kemanusiaan

Surabaya | klikku.net – Mengembangkan teknologi dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, menjadi tema utama acara puncak peringatan Dies Natalis ke-61 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rabu (10/11/2021).

Kegiatan yang digelar secara hibrida di Auditorium Gedung Research Center ITS lantai 11 itu, juga diwujudkan dengan pemberian Penghargaan 10 Nopember kepada almarhum Dr HC KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Tahun ini, tagline ITS adalah Advancing Humanity, yang bermakna bahwa ITS akan terus berkontribusi memajukan derajat kehidupan dan peradaban. Melalui pengembangan sains, teknologi, dan inovasi untuk kemaslahatan manusia.

Selain Gus Dur, ITS juga memberikan penghargaan pada sejumlah sivitas akademika ITS, tokoh masyarakat, serta mitra ITS, yang dianggap mempunyai kontribusi terhadap masyarakat luas.

Menurut Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Gus Dur dipilih sebagai penerima penghargaan karena dianggap berjasa dalam perkembangan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS.

“Gus Dur mendorong pendirian sebuah fakultas yang berawal dari teknologi informasi. Sebab beliau menganggap bahwa teknologi informasi akan sangat penting di masa depan,” ujarnya.

“Sejak didirikan pada tahun 1957. ITS telah menciptakan berbagai inovasi yang telah diimplementasikan untuk kebaikan masyarakat. Salah satunya adalah keterlibatan ITS dalam bidang elektrifikasi daerah terpencil. Diantaranya perencanaan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Banyuwangi. Listrik tenaga surya (Solar Home System) untuk 38 Kabupaten/kota di Jawa Timur. Serta pengembangan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Benowo, Surabaya,” tambahnya.

“Selain itu, sejumlah prestasi yang diraih mahasiswa dan dosen ITS, baik tingkat nasional maupun internasional. Menjadi bukti bahwa lulusan ITS dapat bersaing di kancah global. Puncaknya, tahun ini ITS berhasil menjadi yang terbaik di Indonesia. Dan meraih peringkat 64 dunia, dalam Impact Ranking yang dilakukan oleh Times Higher Education (THE),” ungkapnya bangga.

“Saat ini, kami fokus pada pengembangan di tiga sektor, yaitu di bidang industri, maritim, dan kesehatan. Ini semua sudah kami wujudkan melalui Sains Techno Park (STP) ITS, yang bekerja sama dengan dunia industri,” paparnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberikan orasi secara daring pada Puncak peringatan Dies Natalis ke-61 ITS

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan orasi ilmiah dan memberi ucapan selamat atas Dies Natalis ke-61 ITS secara virtual.

“Kesehatan untuk kemanusiaan merupakan kolaborasi antarprofesi. Tidak hanya dalam bidang kesehatan. Namun juga bidang yang terkait dengan kesehatan,” ujarnya.

Menutup acara Dies Natalis ke-61 ini, dilakukan pula soft launching berbagai program pembangunan fisik dan digital ITS. Diantaranya adalah proyek ITS Sains Techno Park, pembangunan Tower 2 dan Tower 3 ITS, dan launching My ITS Academics, sebagai bagian dari transformasi digital ITS.

Pembangunan STP adalah rencana ITS untuk melakukan hilirisasi penelitian menjadi produk. Dana untuk pembangunan STP, berasal dari bantuan dari pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (@Nto tse) 


Editor: Joe Meito

306

Baca Lainnya