Kasuistika Peristiwa

Kamis, 18 November 2021 - 08:52 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi. Foto : klikku.net dok ist / Holidi

Ilustrasi. Foto : klikku.net dok ist / Holidi

Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Oknum Cakades Sumenep Dinilai Sebagai Preseden Buruk Kepemimpinan

Sumenep | Klikku.net – Perihal kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh DA (Inisial), yang merupakan Calon Kepala Desa (Cakades) Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang telah bergulir ke meja hijau, mulai direspon masyarakat setempat.

Bahkan kasus yang melibatkan DA tersebut dinilai Masyarakat setempat sebagai preseden buruk sepanjang sejarah kontestasi politik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan hal itu terjadi di Pilkades serentak tahun 2021 di Desa Angkatan.

MA (Inisial) salah satu tokoh pemuda Desa Angkatan, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dengan adanya kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang diduga dilakukan oleh salah satu Cakades Angkatan.

Karena menurutnya, setiap orang yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa tentu mempunyai tujuan yang sangat mulia. Tetapi ketika Cakades tersebut menggunakan ijazah yang saat ini diragukan keabsahannya, maka tujuan mulia itu sudah diciderai dan tentunya sangat merugikan masyarakat.

Baca juga :

Buntut Penggunaan Ijazah Diduga Palsu, Salah Satu Cakades di Sumenep Dipolisikan

“Kemudian, ketika penggunaan-penggunaan ijazah palsu ini dianggap sebagai sesuatu yang biasa oleh calon yang bersangkutan maka ini akan menjadi preseden buruk dan akan menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat. Karena ketika orang ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Desa tinggal beli saja ijazah, tidak perlu lagi kuliah bertahun-tahun dengan mengeluarkan biaya yang besar,” kata MA saat dimintai tanggapan terkait kasus dugaan ijazah palsu milik DA, Kamis, 18 November 2021. Via WhatsApp pribadinya.

Oleh karena itu, MA menghimbau kepada masyarakat Desa Angkatan yang telah terdaftar sebagai pemilih tetap dalam Pilkades Angkatan agar menggunakan hak pilihnya dengan baik dalam memilih Calon Kepala Desa Angkatan.

“Pesan saya kepada seluruh masyarakat yang saat ini mau berpilkades, gunakanlah hak pilihnya dengan baik, pakailah hati nurani untuk memilih Calon Kades yang pantas untuk memimpin Desa angkatan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut MA, saya juga berpesan jangan sampai terpengaruh dengan politik uang dan slogan-slogan yang saat ini berkampanye mengatasnamakan ulamak/kiai.

Bahkan dirinya menambahkan yang terpenting masyarakat harus tahu terhadap Calon Kades yang mau dipilih, terutama dari rekam jejak dan sejarah pendidikannya. Karena hal tersebut sangat penting, supaya pilihan masyarakat itu menghasilkan pemimpin yang jelas terutama jelas sejarah pendidikannya.

“Dan yang terakhir saya berharap kedepan tidak ada lagi Calon Kades Angkatan yang menggunakan ijazah yang tidak jelas saat mendaftar Bakal Cakades, karena pada akhirnya masyarakat yang akan kena imbasnya,” harapnya.

MA juga berharap kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep, agar secepatnya memproses laporan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu milik DA tersebut sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Supaya polemik kasus penggunaan ijazah yang diduga palsu ini segera mendapat kepastian hukum. Sehingga masyarakat itu tahu, ijazah yang digunakan oleh terlapor ini Asli atau Palsu (Aspal),” tutupnya.


Editor : Anam 

Reporter : Holidi

296

Baca Lainnya