klikku.net — Ibu-ibu guru pertama itu bermigrasi ke Malaysia, Hongkong, Singapura, Taiwan, Saudi Arabia dan Lain-lain.
Ibu-ibu guru pertama itu, tak jelas apa salahnya hingga dijambak, ditampar, dicubles gunting, disetrika punggungnya, disekap, diperkosa bergilir oleh anak majikan, adik majikan, keponakan majikan, dipenjara di negeri asing, dijual agensi dan dipenggal kepalanya di negeri asing.
Ibu-ibu guru pertama itu meninggalkan anak-anaknya yang masih merah, masih butuh pelukan, masih butuh manja, masih butuh lindungan dan ajaran kasih sayang.
Ibu-ibu itu pergi untuk merawat anak orang lain, merawat para lansia, mengosek wc orang lain, mengepel rumah orang lain, memberi makan anjing orang lain dan menikmati hari-harinya sepanjang tahun sebagai orang lain di rumah dan negeri yang asing.
Ibu-ibu guru pertama itu meninggalkan murid pertamanya yang dilahirkannya agar guru-guru sekolah di Indonesia, para pegawai negeri sipil, para tentara dan polisi, agar Presiden Indonesia Yang Mulia dan seluruh rakyatnya bisa tetap punya Devisa untuk membangun Negara yang gagal menyejahterakan mereka bahkan mengabaikan merekan.
Penulis : Anwar Aris
Editor : Red
