Kasuistika Pemerintahan Peristiwa

Rabu, 8 Desember 2021 - 16:22 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Foto : klikku.net ist - Ramli

Foto : klikku.net ist - Ramli

Pencairan PKH di Desa Payaman Lamongan Biasa Bermasalah

Lamongan | klikku.net — Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan PKH diarahkan untuk menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Misi besar PKH untuk menurunkan kemiskinan semakin mengemuka mengingat jumlah penduduk miskin Indonesia sampai pada Maret tahun 2016 masih sebesar 10,86% dari total penduduk atau 28,01 juta jiwa (BPS, 2016).

Pemerintah telah menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 7-8% pada tahun 2019, sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015-2019. PKH diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin, menurunkan kesenjangan (gini ratio) seraya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Walau demikian beberapa persoalan sering timbul dalam perealisasian PKH tersebut seperti halnya terjadi pada salah satu penerima manfaat atas nama Sundariah warga Dusun Ringin, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro.

Dia selama enam bulan terakhir mengatakan tidak menerima bantuan tersebut sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan kesehariannya,  mengenai belum cairnya PKH itu Sundariah mengaku tidak menerima penjelasan dari pendamping PKH setempat.

“Saya tidak lagi mendapatkan bantuan PKH, sedangkan saya begitu mengharapkannya, apa lagi kondisi saya sekarang ini lagi hamil besar dan anak saya sekolah semua, pendapatan suami juga tidak menentu, memang sih kita tidak bisa terlalu mengharapkan penuh bantuan tapi setidaknya dengan kondisi seperti ini saya sangat berharap,” terang Sundariah mengeluhkan kondisi yang dialaminya pada awak media.

Terpisah menanggapi peristiwa itu Junaidi Pendamping PKH setempat saat dikonfirmasi mengatakan dirinya belum mengetahui pasti penyebab tidak cairnya dana PKH maupun BPNT milik Sundariah salah seorang penerima yang didampinginya itu.

“Terkait masalah Sundariah ini, di sistem ibu ini masih aktif mas mungkin sistem dari kementerian yang tidak ada turun,” kilah Junaidi saat ditemui media serta disaksikan langsung oleh Aparatur Desa Payaman.

Menurut Junaidi Pendamping PKH Desa Payaman itu persoalan serupa tidak hanya dialami Sundariah saja namun juga dialami oleh penerima program PKH  lainnya.

“Tapi gini mas nanti saya bantu cek lagi kalau perlu saya masukan lagi kesistem siapa tahu bulan ini dapat dan hal seperti ini buka satu atau dua orang yang bermaslah. Sabar bro, Sistem SIKS-NG belom bisa di akses,” kilahnya saat dikonfirmasi.


Editor : Anam 

Kontributor : Ramli

398

Baca Lainnya