Bangkalan | klikku.net – Terjadinya gerakan demonstrasi oleh para ibu-ibu walimurid Lembaga SDN Kelbung 4 Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan yang menduga terjadinya penyalah gunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak Disdik Bangkalan, kali ini mendapat tanggapan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) kecamatan setempat pada Senin,(24/01).
Saat dimintai tanggapan adanya demontrasi tersebut Moh. Maksum mengatakan kejadian tersebut merupakan dampak salah faham antara wali murid dengan pihak sekolah, menurutnya bantuan dana berupa PIP Tahun 2021 memang belum dapat dicairkan dikarenakan masih dalam proses penataran oleh pihak bank terkait.
“Jadi seperti ini mas tadi wali murid itu kesekolah trus kepala sekolah lapor ke saya minta dicairkan, padahal itu belum cair, memang belum cair pak tadi saya menghadap ke BRI kata petugasnya masih penataran, saya tanya berapa hari katanya gak ngerti, dan wali murid ini menuntut dalam waktu dekat agar segera cair udah itu aja, nah kita tetap berkoordinasi dengan pihak BRI karna memang pegawainya tidak datang dan wali murid juga tidak percaya saya suruh tanya langsung aja ke BRI seperti itu,” dalih Maksum pada awak media.
Baca juga :
Sembari merespon aduan dari Sriyatun Maksum memberikan arahan kepada Kepsek SDN Kelbung 4 itu agar tetap tenang dalam mengahadapi para wali murid yang mendatangi sekolahnya dan menceritakan fakta yang terjadi dilapangan.
“Itu informasinya kan dapet SMS dari pusat sudah cair dan ternyata masih menggelinding dari pusat ke daerah dari bawah untuk mencairkan buat proposal untuk begini begitu, wali murid dapet SMS dan meminta untuk di cairkan segera, memang disampaikan oleh pusat sebagai kepala sekolah masih belum cair harus nunggu waktu setelah menghadap ke BRI belum ada masih penataran, karena didesak gak papa bu walaupun ini mendesak sampean gak punya kewenangan untuk mencairkan hanya mendaftar dan mengatakan untuk dicairkan ini datanya ada sekitar 80-an ya sudah kalo memang turun lagi sampaikan bu,” kata maksum saat di konfirmasi melalui via WhatsApp
Saat disinggung perihal adanya dugaan penyalah gunaan dana bantuan PIP yang diberikan pada murid sebesar 100 ribu Maksum berdalih bahwa dirinya tidak mengetahui akan hal tesebut.
“Kalau yang itu saya tidak ngerti, artinya saya rasa tidak sepanjang pengetahuan saya, saya sudah sampaikan kepada semua kepala sekolah, sampaikan kepada penerima dengan tanpa mengurangi nominal, seperti itu yang saya sampaikan seperti permintaan pak Kadis masalah PIP tolong jangan dibijaki berikan kepada penerimanya gitu, kembali kejadian yang tadi itu bukan pemotongan tapi belum pencairan,” ujarnya mengakhiri tanggapan.
Editor : Anam
