Pendidikan

Senin, 31 Januari 2022 - 21:43 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Creaticity, Mainan Balok Multiplayer Karya Mahasiswa Universitas Dinamika

Surabaya | klikku.net – Untuk mengasah sensor motorik halus sesuai perkembangan psikologis anak usia 3-6 tahun. Mahasiswa S1 Desain Produk Universitas Dinamika, Rizka Aulia Khoirunnisa menciptakan mainan balok multiplayer yang diberi nama Creaticity.

“Ide pembuatan mainan Creaticity ini berdasarkan pengamatan di sekolah Preschool Montessori, yang menggabungkan anak didik dari berbagai usia dalam satu kelas,” ujarnya, Senin (31/01/2022).

Untuk mewujudkannya, Rizka mengamati kelas dan mewawancarai beberapa guru. Mereka menyampaikan bahwa motorik halus setiap anak berbeda. Misalnya, anak A bisa memegang benda dengan benar. Namun anak lainnya belum, dan lain sebagainya.

Menurut mahasiswa asal Surabaya ini, kondisi tersebut karena menyesuaikan perkembangan psikologis anak usia preschool 3-6 tahun, yakni mulai banyak kegiatan interaksi sosial.

Oleh sebab itu, ia membuat mainan balok multiplayer, dengan fungsi yang bisa menyesuaikan kemampuan motorik halus anak usia preschool. Serta menambah interaksi antar anak sesuai perkembangan psikologisnya.

“Jadilah ini mainan balok yang bisa digunakan seperti papan tulis. Anak-anak dilatih motorik halusnya. Tidak hanya lewat menyusun balok. Tapi juga belajar memegang alat tulis dengan benar, melalui aktivitas menggambar dan mencoret sesuai dengan keinginannya.

“Semua aktifitas tadi bisa dimainkan beberapa anak sekaligus, menggunakan panah berputar yang sudah disediakan. Jadi disamping melatih motorik halus, kreativitasnya berkembang, kemampuan interaksi sosialnya juga terasah,” ungkapnya.

Mainan yang dibuat selama kurang lebih satu bulan ini, memiliki sejumlah komponen yang meliputi balok dengan bentuk elemen perkotaan,.seperti gedung, rumah, pohon. Dilengkapi dengan spidol boardmarker dan penghapusnya, untuk menunjang aktivitas saat bermain balok tersebut.

Tema perkotaan dipilih menurut observasi pada siswa Albata Islamic Montessori Preschool Surabaya. Berdasarkan experience anak terkait hal di sekitarnya (dalam hal ini tontonan), didapatkan tema yang sesuai adalah perkotaan.

Ia juga menjelaskan pengembangan mainan balok ini juga didasarkan pengamatan pada perancangan mainan serupa. Yakni mainan montessori bertema hewan dan mainan balok yang berbahan tekstil.

“Dengan tema perkotaan ini, anak-anak dapat lebih tertarik untuk bermain balok. Dan materialnya yang seperti papan tulis, membuat cara bermain atau penggunaannya bisa lebih fleksibel,” terangnya.

Ia menyampaikan, biaya untuk membuat Creaticity sekitar Rp1,9 juta. Namun jika jika dibuat secara massal, harga jualnya bisa ditekan menjadi Rp500 ribu.

“Harapannya inovasi ini bisa menarik minat industri, untuk memproduksinya secara massal. Agar Creaticity bisa dimanfaatkan oleh anak-anak Indonesia dalam meningkatkan kreativitas, interaksi sosial dan motorik halusnya,” pungkasnya. Soen/Roji


Editor: Joe Mesti

62

Baca Lainnya