Pemerintahan

Selasa, 15 Februari 2022 - 20:56 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Gubernur Khofifah Minta Kepala Desa Percepat Realisasi Program Dana Desa

Surabaya | klikku.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan inovasi dan kreativitas menjadi kunci penting bagi kepala desa, dalam memajukan daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Diklat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kepala Desa Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 Angakatan I dan II di Madiun, Selasa (15/02/2023)

Menurutnya, para kepala desa mempunyai peran luar biasa untuk menggerakan seluruh sumber daya yang ada. Karenanya, inovasi dan kreativitas menjadi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya masing-masing.

“Semangat para kepala desa luar biasa, untuk terus berkarya, berinovasi dan kreatif, dalam memajukan masyarakat desa. Semangat membangun desa, dapat meningkatkan kesejahteraan. Sehingga berdampak penurunan kemiskinan. Bulan Februari ini tolong dipercepat realisasi program dana desa ,” ujarnya.

“Oleh karena itu, bahagia dan bangga lah menjadi kepala desa. Sebagai inisiator dari seluruh proses penguatan di negeri ini. Bukan hanya SDM-nya, ekonominya, persaudaraannya, kohesivitas sosialnya, dan sebagainya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, inovasi dan kreativitas bisa mendorong kepala desa mampu mengidentifikasi, memetakan, serta memaksimalkan potensi yang ada di desanya. Hingga akan dapat berhasil menyejahterakan masyarakatnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini memaparkan, bahwa banyak upaya yang dapat dilakukan Kepala Desa untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri dan sejahtera masyarakatnya. Diantaranya melalui beberapa skema, yaitu Desa Wisata, Desa Devisa, Desa UMKM, Desa Digital, dan Desa Ekonomi Kreatif.

Guna mendorong Kepala Desa mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim menyelenggarakan beberapa diklat untuk peningkatan dan penguatan SDM Kades. Diantaranya melalui Diklat Pengembangan Potensi Desa Mandiri, Diklat Aparatur Desa, Diklat Desa Digital, Diklat Desa Wisata, Sekolah Pemerintahan Desa, dan One Village One CEO.

Khofifah juga mencontohkan sejumlah desa yang telah maju, mandiri dan berhasil menyejahterakan masyarakatnya. Yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan di wilayahnya, atas peran kepala desa. Diantaranya, Desa Wisata seperti Desa Pujon Kidul Kec. Pujon Kab. Malang, dan Desa Wedani Kec. Cerme Kab. Gresik sebagai Desa Devisa.

“Misalkan Desa Pujon Kidul, setiap tahunnya mengalami kemajuan luar biasa. Karena memiliki kepala desa yang sangat hebat, bisa mengikuti kemajuan yang luar biasa. Tahun lalu saat berkunjung ke Desa Pujon Kidul, kadesnya mengatakan dua minggu sekali membuat inovasi yang berbeda-beda,” papar Khofifah.

“Masih terkait pengembangan desa, kalau bapak/ibu kepala desa mau, ini ada beberapa kriteria yang harus dimiliki untuk bisa menjadi desa devisa. Yang kemudian nanti akan diassesmen dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI),” tambahnya.

Dia menegaskan, bahwa pengembangan desa ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Diantaranya Presiden Pertama RI Soekarno yang mengatakan ketika melihat anak-anak di desa meneriakkan kata ‘merdeka’, maka Bung Karno lihat bukan lah mata dari anak-anak tersebut melainkan melihat Indonesia.

Begitu juga Bung Hatta, lanjut Khofifah, yang mengatakan bahwa Indonesia bersinar bukan karena cahaya di Jakarta, melainkan dari lilin-lilin yang ada di desa. Termasuk Presiden RI saat ini, Joko Widodo, yang menyampaikan pembangunan di desa di seluruh tanah air, merupakan pondasi dasar bagi kemajuan bangsa Indonesia.

“Pendiri bangsa ini begitu besar dan kuat harapannya terhadap tumbuh kembangnya desa. Meskipun proses itu kemudian mengalami banyak disrupsi. Akan tetapi proses adaptasi akan terus bisa kita maksimalkan. Dengan cara-cara seperti diklat dan diskusi sharing pengalaman dan temu pikiran para kepala desa semua,” pungkasnya. Soen/Roji


Editor: Joe Mesti

188

Baca Lainnya