Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Sabtu, 12 Maret 2022 - 07:18 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Kecamatan Asemrowo Meriahkan Bulan Padat Karya dengan Jelajah Peduli UMKM

Surabaya | klikku.net – Guna memeriahkan pencanangan Bulan Padat Karya 2022, Kecamatan Asemrowo kembali menggelar Jelajah Peduli UMKM atau Jeli UMKM.

Kegiatan yang diikuti puluhan pegawai kelurahan, kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan kader wilayah ini, melibatkan 50 UMKM. Dan dikemas dalam bentuk jalan sehat, dengan start dan finish lapangan futsal Kelurahan Asemrowo, sambil berbelanja produk-produk UMKM, Sabtu (12/3/22).

Menurut Camat Asemrowo Bambang Udi Ukoro, kegiatan ini digelar sebagai respon atas instruksi Wali Kota Surabaya terkait bulan Maret sebagai Bulan Padat Karya.

“Ini merupakan kegiatan yang kedua. Yang pertama digelar di Kelurahan Tambak Sarioso berupa keliling kampung wisata pelangi Sontoh Laut. Formatnya masih sama, peserta diajak berkeliling wilayah sambil berbelanja produk-produk UMKM,” ujarnya.

“Memang pada kedua kegiatan ini, pesertanya masih didominasi oleh pegawai kelurahan dan kecamatan. Tujuannya untuk merangsang, mengedukasi, serta memberi contoh pada masyarakat, agar mau berbelanja produk-produk UMKM,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk menggairahkan dan memeriahkan kegiatan, pihaknya juga memberikan hadiah bagi para peserta yang beruntung.

“Selain 2 hadiah utama berupa uang tunai masing-masing Rp500 ribu. Juga ada puluhan hadiah hiburan berupa paket sembako dari sponsor, yakni LPM Suramadu dan PT SusantiPencanangan Megah,” tambahnya.

“Caranya sangat mudah. Cukup berbelanja produk-produk UMKM senilai Rp10 ribu atau kelipatannya. Maka akan mendapat kupon berisi kata, yang bisa disusun menjadi kalimat Kecamatan Andalan Santun Inovatif Kreatif,” ungkapnya.

Selain kegiatan jalan sehat, pihaknya juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya, guna menyemarakkan bulan Padat Karya 2022 ini.

“Kecamatan Asemrowo telah bekerjasama dengan sejumlah stakeholder, membuat kegiatan pelatihan, pendampingan dan permodalan untuk UMKM. Salah satunya dengan Handy Salon Komunitas Ngasal untuk belajar keterampilan salon. Serta dengan Yayasan HM Cheng Hoo Indonesia untuk pelatihan pembuatan sari kedelai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mendata warga MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang membutuhkan keterampilan atau kebutuhan UKM yang diharapkan. “Untuk kami sampaikan pada OPD terkait,” pungkasnya. @Nto tze


Editor: Joe Mesti

234

Baca Lainnya