Surabaya | klikku.net – Dua perusahaan milik Maspion Group, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) dan PT Alumindo Light Mental Industry Tbk (ALMI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan publik expose secara bersamaan, di Mexx Building Surabaya, Senin (18/7).
Dalam laporan kinerja yang disampaikan Direktur INAI Cahyadi Salim. Dari sisi pendapatan, terdapat peningkatan 39.7% dibanding pencapaian tahun 2020. Penjualan produk profil Aluminium Extrusion ke pasar ekspor mendominasl sebesar 56.5%, dari total pendapatan di tahun 2021.
“Rahasia dari keberhasllan ini terletak pada kejelian manajemen, dalam membidik pangsa pasar bagi produk INAI, yang telah mendapat pengakuan kualitas internasional. Sehingga INAI tidak mengalami kesulitan untuk memasuki pasar ekspor. Bahkan ke negara-negara yang berteknologi maju seperti Amenika Serikat, Eropa, Australia, dan sebagainya,” ujarnya
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dominasi penjualan ekspor INAI pada tahun 2021, dikarenakan permintaan pasar domestik masih belum banyak. Sehingga INAI mengalokasikan sebagian besar kapasitas produksi untuk tujuan pasar ekspor.
“Total nilai pendapatan INAI secara konsolidasi di tahun 2021 sebesar Rp.1.436,93 miliar. Dengan laba usaha dan laba bersih, masing-masing Rp.88,55 milyar dan Rp.4,32 milyar,” ungkapnya.
Presiden Komisaris INAI dan ALMI Welly Muliawan menambahkan, bahwa INAI akan tetap konsisten dalam hal produktifitas, maupun strategi investasi dalam menghadapi ketidakpastian bisnis.
“Dalam hal ini, INAI akan lebih terencana dalam upaya pengembangan bisnis. Peremajaan fasilitas produksi maupun penambahan kapasitas produksi, dilakukan secara cermat sesuai tren kebutuhan konsumen. Dimana saat ini banyak negara yang tidak memiliki sumber daya energi beralih ke energi terbarukan,” ujarnya.
“Sehingga dalam beberapa tahun terakhir, mulai banyak permintaan akan produk-produk aluminium ekstrusion pendukung perlengkapan panel tenaga surya, yaitu dalam bentuk solar panel frame & parts. Tren ini, cepat atau lambat akan diikuti seluruh dunia. Sehingga dalam beberapa tahun mendatang, sebagian kapasitas produksi INAI akan diarahkan pada sektor tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), produsen aluminium foil dan aluminium sheet, menyatakan bahwa selama 2021 ALMI berhasil memperbaiki kinerja keuangannya.
Menurut Direktur ALMI Wibowo Suryadinata, ALMI telah mencatatkan kenaikan penjualan sebesar lebih dari 50%. Terutama untuk pasar ekspor, yang naik presentasenya dari 26% di tahun 2020 menjadl 44% dl tahun 2021.
Alim Markus, selaku Presiden Direktur Perseroan mengatakan, meskipun pasar ekspor belum pulih sepenuhnya akibat pandemi. Manajemen Perseroan berupaya untuk melampaui angka 50% untuk tahun buku 2022.
“Selain itu, Perseroan telah melakukan aksi korporasl di kuartal IV tahun lalu. Yaitu Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terleblih Dahulu, untuk memperbaiki struktur keuangan Perseroan. Sehinggga modal Perseroan naik sebesar USD 36,7 juta,” ujarnya.
Alim Markus menambahkan, akibat aksi korporasi ini kinerja keuangan Perseroan di tahun 2022 telah membaik. Terutama karena menurunnya beban bunga pinjaman. Sehingga kinerja operasional perusahaan dapat lebih maksimal

“Kinerja penjualan Perseroan juga ditopang adanya kenaikan harga aluminium dunia. Dimana sepanjang tahun 2021, harga aluminium telah melonjak hampir 40 persen di London Metal Exchange. Kenaikan ini terjadi seiring dengan pemulihan permintaan global, yang dibarengi dengan dimulainya pembatasan produksi oleh China untuk mencapai target emisi O persen,” tambahnya.
“Perseroan juga menjajaki kerja sama dengan pemain global dari Canada, yang diharapkan dapat dicapai kesepakatan secara resmi di tahun ini. Agar ikut menopang permodalan dan peningkatan efisiensi produksi dari Perseroan. Sehingga kinerja perusahaan dapat lebih ditingkatkan, baik dari sisi penjualan, supply bahan baku, dan produksi, dengan adanya rencana bantuan teknis dari calon investor ini,” ungkapnya.
Alim Markus juga berharap, semoga di tahun 2022 situasi dunia dan usaha nasional dapat mulai normal.
“Perseroan secara bertahap tetap melakukan pembenahan secara internal, dan menjalin kerja sama bisnis dengan banyak lini bisnis di pasar domestik dan ekspor. Sehingga kedepannya, lebih dapat bertahan terhadap dampak multi krisis di dunia,” pungkasnya. @Nto tze
