Surabaya | klikku.net – Akselerasi ekonomi syariah (eksyar) khususnya di wilayah Jawa untuk pemulihan ekonomi yang inklusif, dapat diwujudkan melalui implementasi 3 (tiga) langkah utama.
Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa, di Surabaya (8/9).
“Pertama adalah inisiasi program Hilirisasi Produk Rempah, dengan fokus pada inkubasi hingga ekspor. Guna mendorong UMKM menembus pasar produk halal dunia (Go Global). Lalu melakukan kerjasama pemasaran produk-produk halal melalui E-commerce dengan kanal pembayaran melalui QRIS dan BI Fast (Go Digital),” ujarnya.
“Dan yang ketiga adalah meningkatkan peran pesantren dalam mendukung produksi pertanian dan hortikultura. Guna mendukung ketahanan pangan melalui Social Partnership for Food Security (Go Agriculture),” tambahnya.
Perry menyampaikan, bahwa Bank Indonesia (BI) secara kontinyu melakukan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, melalui sinergi dan kolaborasi bersama.
Ia juga menegaskan perlunya kerjasama seluruh pihak secara berjamaah, dalam pengembangan eksyar di Indonesia. Termasuk memfokuskan kegiatan yang lebih berdampak terhadap capaian yang diharapkan.
“Dalam hal ini, Jawa Timur sebagai salah satu pemasok rempah-rempah terbesar di dunia. Memerlukan upaya refocusing dalam pengembangannya, dengan didukung oleh digitalisasi melalui QRIS dan BI Fast. Perlunya pengembangan pusat keuangan syariah seperti Perbankan dan unit-unit usaha syariah, berbarengan dengan keuangan sosial syariah seperti Zakat, Infaq dan Shodaqoh produktif,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan dukungannya, dalam mendorong percepatan perluasan ekonomi dan keuangan syariah, guna membumikan ekonomi syariah di Jawa Timur.
Khofifah mengungkapkan, pengembangan eksyar harus dimulai dengan membangun kapabilitas pelaku usaha eksyar.
_Utamanya dari sisi UMKM yang diwujudkan melalui program pembinaan, dukungan pembiayaan, serta aspek lainnya. Sehingga resonansi pengembangan ditataran eksyar nasional, semakin kuat dan berdaya untuk mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
FESyar Jawa 2022 mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa untuk Memperkuat Pemilihan Ekonomi Jawa yang Inklusif”. Hal ini relevan dengan kondisi terkini, yang diharapkan mampu meningkatkan peran serta sinergi ekonomi syariah Jawa. Agar dapat berperan sebagai outlet ekonomi dan keuangan syariah di level regional, khususnya wilayah Jawa.

FESyar Jawa merupakan rangkaian kegiatan Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9, yang akan diselenggarakan pada 5-9 Oktober Oktober 2022 di Jakarta. Sekaligus sebagai pamungkas dari 2 (dua) gelaran FESyar sebelumnya, untuk di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Sumatera, yang diselenggarakan di Provinsi Aceh dan Makassar.
Gelaran FESyar Jawa mengangkat Ambience History of The Great Walisongo, sebagai bentuk apresiasi kepada wali songo melalui keindahan nada dan tari. Serta mempersembahkan FESyar sebagai upaya menguatkan nilai-nilai Islam di Jawa.
Rangkaian Fesyar Jawa dilaksanakan secara hybrid, terdiri dari Sharia Forum dan Sharia Fair, yang diselenggarakan pada 8 – 10 September 2022. Adapun kegiatan offline terselenggara di Atrium Tunjungan Plaza 3 dan 6 Surabaya. Serta terintegrasi dalam satu platform online yang dapat diakses melalui tautan fesyarjawa.com. @Nto tze
