Sidoarjo | klikku.net – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengunjungi Maspion Unit 2 di Gedangan, Sidoarjo, Jumat (30/9). Kunjungan ini untuk melihat proses pembagian BSU (Bantuan Sosial Upah) tahap 3 sebesar Rp600 ribu pada buruh Maspion.
Kedatangan Menaker Ida Fauziyah dan rombongan, disambut langsung oleh Presdir Maspion Group Alim Markus.
Menurut Ida, Maspion mendapat perhatian dari pihaknya, karena cukup banyak buruh maspion penerima BSU tahap 3 ini.
“Jadi buruh Maspion penerima BSU tahap 3 cukup banyak, jumlahnya 3017 orang. Karena memang semua buruhnya diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan oleh Maspion. Kenapa tidak semua dapat? Karena sebagian besar gaji buruh Maspion sudah diatas standart,” ujar Ida.
Ida menambahkan, selain gaji maksimal sebesar Rp3,5 juta per bulan, salah satu syarat buruh bisa menerima BSU adalah diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan.
“Jadi BSU sebesar Rp600 ribu langsung masuk ke rekening penerima, tanpa ada potongan. Untuk saat ini, baru sekitar 48% penerima BSU di Maspion. Harap bersabar, karena penerima BSU di Jawa Timur ada 1.966.882 orang,” tuturnya.
Ida juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih pada Alim Markus. Karena di saat Pandemi Covid-19, Maspion tidak melakukan PHK pada sekitar 30 ribu buruh dan karyawannya.
“Terima kasih pak Alim Markus. Ini membantu meringankan tugas Kementerian Tenaga Kerja dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Alim Markus mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menaker Ida Fauziyah ke Maspion.
“Terima kasih atas perhatian ibu, yang mau turun gunung ke Maspion. Selama pandemi, kami memang tidak melakukan PHK sama sekali, karena menerapkan prinsip efisiensi. Kami melakukan banyak penghematan dan menekan pengeluaran tak perlu, serta menggenjot pemasaran. Karena prinsipnya, mending penghasilan berkurang daripada kehilangan pekerjaan,” ujarnya.
Selain memantau pembagian BSU, Menaker Ida Fauziyah juga berdialog dengan buruh, dan membagikan bantuan sembako pada buruh Maspion penerima BSU. @Nto tze
