Bangkalan | klikku.net – Dengan alasan demi mempercantik ruang kelas yang ditempati putra putrinya, pengurus paguyuban sanggup menggalang dana bagi semua wali murid yang tergabung dalam paguyuban pada salah satu kelas di SDN Keraton 2, Kabupaten Bangkalan. Hal itu diakui hasil inisiatif pengurus paguyuban dan dianggap disepakati oleh semua anggotanya.
Seperti dilansir dari sinarraya.co.id jika Miss C Bendahara paguyuban, dia mengaku kalau penggalangan dana itu semata-mata hanya untuk mempercantik ruang kelas yang ditempati oleh putra-putri mereka dan pungutan tersebut sifatnya tidak memaksa. Tidak hanya berupa uang tapi juga tenaga bahkan ada salah satu wali murid yang menyumbang barang berupa kipas angin dan peralatan lainnya.
“Itu semata-mata kami lakukan hanya untuk memotivasi semua siswa yang ada agar betah belajar di kelas yang tampak indah dan kelas itu akan di pakai siswa kelas 2b sampai kelas 6 nanti,” ungkap Miss C kepada awak media di ruang kepala sekolah. Rabu, (5/10).
Sementara itu pada kesempatan yang sama H. Moh Sahmol Kepala Sekolah SDN Kraton 2 mengaku tidak tahu atas inisiatif yang dilakukan oleh paguyuban tersebut. “Saya sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan oleh paguyuban tersebut dan itu juga tidak ada perintah dari saya, jika ada wali murid yang keberatan silahkan datang menghadap saya pasti saya kembalikan uangnya,” kata Sahmol menjelaskan.
Keterangan yang disampaikan oleh kepala sekolah itu senada yang disampaikan oleh wali kelas bersangkutan. Diketahui list yang tertera pada group WA paguyuban yang ada ditulis sebagaimana berikur:
Assalamualaikum bunda2 🥰
Menindaklanjuti *Kegiatan Memperindah Kelas* sy selaku pengurus paguyuban minta dukungan dan kerjasamanya, baik berupa tenaga, pendapat, maupun *Dana* dari bpk/ibu wali murid 2B🙏🏻
Karena kami harus segera membeli barang2 dan bahan2 yg di butuhkan kelas jdi mohon bantuannya utk segera merampungkan sumbangan😁
Mohon maaf jika sedikit memaksa karna mmg ini bertujuan utk nama baik sekolah dan kenyamanan putra putri kita saat belajar di kelas jdi kami wajibkan kpd seluruh wali murid 2B utk menyumbang☺️
Berikut Wali Murid yg sdh menyumbang :
# Bu Su’adah *Rp. 100.000*
1. Bunda Akmal *Rp.100.000*
2. Bunda Lusi *Rp. 30.000*
3. Bunda Adi *Rp.100.000*
4. Bunda Alif Alfan *Rp. 100.000*
5. Bunda Rakha *Rp.50.000*
6. Bunda Mika *Rp. 50.000*
7. Bunda Dafa *Rp. 50.000*
8. Bunda Nizar *Rak Buku* dan *Rp. 50.000*
9. Bunda Fizi *Rp.50.000*
10. Ayah Rara *Rp 120.000* atau Pagar Pojok Baca
11. Bunda Arya *Rp.100.000*
12. Bunda Anam *Rp. 50.000*
13. Bunda Nia *Rp. 50.000*
14. Bunda Rehan *Rp. 50.000*
15. Bunda Zahra *Rp. 50.000*
16. Bunda Hikmah *Rp. 50.000*
17. Bunda Mediva *Rp 50.000*
18. Bunda Yudhis *Rp. 50.000*
19. Bunda Rafi *Rp. 30.000*
20. Bunda Rolando *Rp. 50.000*
21. Bunda Kanza *Rp. 50.000*
22. Bunda Bintang *Rp. 50.000*
23. Bunda Chandra *Rp. 30.000*
24. Bunda Kevin *Rp. 30.000*
(Mohon mengisi list)
Pada dasarnya sekolah sudah memiliki anggaran dari Dana BOS (Bantuan Operasi Sekolah ) yang dikucurkan pemerintah untuk dialokasikan terhadap pemeliharaan bangunan dan operasional lainnya yang diperlukan sekolah. Dengan tujuan untuk meringankan beban siswa dan wali murid. Sehingga wali murid tidak perlu melakukan sumbangan semacam itu.
Sesuai hasil klarifikasi yang melibatkan pengurus paguyuban dan ketua serta wakilnya juga ketua komite dan wakil ketua komite menyatakan, niatan dari pengurus paguyuban sebenarnya tidak ada kewajiban terhadap semua wali murid untuk mengeluarkan dana. Akan tetapi mereka hanya diwajibkan untuk menyumbang sebuah ide, fikiran dan tenaga.
“Jadi tulisan yang tertera pada list tersebut hanya karena salah penyusunan bahasa oleh sekretaris paguyuban, tidak lebih. Nah disitu saya kira letak permasalahannya,” ujar ketua komite kepada awak media di ruangan kepala sekolah. (Kamis, 6/10)
Di tempat yang sama pengurus paguyuban kelas 2 B SDN Kraton 2 Bangkalan menambahkan, jika pihak paguyuban sudah merevisi list sumbangan tersebut, dan sudah meminta maaf kepada para wali murid.
“Iya mas, itu hanya kesalahan kami dalam menyusun kata-kata dilist itu, niatan kami tidak ada unsur untuk mamaksa atau mewajibkan para wali murid untuk memberikan sumbangan. kami sudah merevisi susunan kata dalam list itu dan kami sudah minta maaf pada wali murid atas ketidak nyamanannya,”Imbuhnya.
Reporter : Anam
