Bangkalan | klikku.net — Dunia pendidikan dengan tagline untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kini masih menjadi momok yang membingungkan pada masyarakat, walau sudah dianggarkan oleh pemerintah namun masih saja ditemui pungutan yang dilakukan sekolah secara langsung melalui komite maupun paguyuban walimurid.
Seperti baru ini pungutan itu dilakukan oleh pengurus paguyuban pada walimurid dengan alasan untuk mempercantik ruang kelas dengan pengalokasian dari nominal tiga puluh ribu hingga ratusan ribu dari setiap siswanya.
Seperti hasil komunikasi yang beredar dalam konten penarikan pungutan untuk mempercantik ruang kelas dalam group Whatsapp walimurid kelas 2B SDN Keraton II sebagaimana tertera.
“Mohon maaf jika sedikit memaksa karena memang ini bertujuan untuk nama baik sekolah dan kenyamanan putra putri kita saat belajar dikelas jadi kami wajibkan kepada selurih walimurid 2B untuk menyumbang,” kemudian terdapat rincian nominal sumbangan yang masuk dari nominal dari 30 ribu hingga 100 ribu serta ada juga yang berupa barang.
Menanggapi peristiwa itu Dewi Ega Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan menegaskan jika sekolah sudah punya anggaran untuk operasional yang cukup tanpa melakukan pungutan pada walimurid sekolah tetap bisa beroperasi ideal sebab pemerintah telah menganggarkan secara proporsional baik dari APBN maupun APBD berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mupun DAK untuk pembangunan sarana dan prasaran berupa bangunan atau perbaikan gedungnya.
“Pembiayaan operasional sekolah sudah diakomodir oleh dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) namun keberhasilan dunia pendidikan juga membutuhkan peran serta masyarakat, selama itu masyarakat yang berinisiatif dan ingin ikut berperan secara aktif, tidak ada penekanan dan pemaksaan dari pihak sekolah, dipersilakan untuk memberi nilai positif demi peningkatan mutu pendidikan,” kata Ega menegaskan.
Reporter : Anam
