Ekonomi Bisnis Kesehatan

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:40 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Rayakan Ultah ke-9, Dentaland Clinic Ajak Anak Jaga Kesehatan Gigi & Mulut Sejak Dini

Surabaya | klikku.net – Melalui kampanye A Smile Worth a Thousand Words, klinik gigi untuk anak dan keluarga Dentaland Clinic Surabaya menekankan pentingnya peran kesehatan gigi dan mulut, dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan sehat.

Melalui kegiatan casual talkshow yang digelar berbarengan dengan perayaan An9versary Dentaland Clinic, Kamis (13/10). Kegiatan ini mengajak masyarakat, khususnya orang tua, agar sedini mungkin mendidik anak-anaknya untuk membiasakan diri menjaga kesehatan gigi dan mulutnya.

Talk Show tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut ibu terhadap tumbuh kembang anak ini, menghadirkan sejumlah nara sumber. Diantaranya drg. Handy Wiratama H, Sp.KGA, drg. Tri Soehartini Sp.KGA, serta Syafira Devani Putri, selalu Digital Creator yang menunggu kelahiran si buah hati.

Dalam kesempatan ini, drg. Handy memaparkan bahwa adanya korelasi antara kesehatan gigi dan mulut ibu terhadap tumbuh kembang anak. Hal ini bahkan dimulai dari saat sang ibu mengandung sang buah hati.

“Ibu hamil rentan terhadap permasalahan gigi dan mulut. Tetapi, di masyarakat kita masih ada mitos, bahwa ibu hamil tidak boleh melakukan perawatan gigi. Hingga tidak jarang, wanita yang sedang hamil biasanya dibatasi oleh berbagai pantangan, yang tidak terbukti secara klinis,” ujarnya.

“Jika kesehatan gigi dan mulut tak terjaga, misal ibu hamil memiliki permasalahan radang gusi atau gigi busuk. Kuman dari si ibu dapat masuk ke janin melalui plasenta. Sehingga berdampak tidak baik pada kesehatan janin. Oleh sebab itu, penting menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,” tuturnya.

Ia menambahkan, perubahan hormon yang teriadi pada ibu hamil. Tidak jarang memunculkan permasalahan gigi seperti air liur berlebih dan radang gusi.

“Selain itu, dampak morming sickness, mual, serta muntah, dapat membuat asam lambung keluar. Dan tingkat keasamannya berdampak pada enamel gigi. Jika hanya terjadi sesekali tidak akan terlalu berdampak. Tapi jika terjadi secara terus menerus, bisa menyebabkan sakit gigi seperti gigi berlubang pada ibu hamil,” ungkapnya.

Sementara itu, drg. Tri Soehartini Sp.KGA. menyatakan, agar ibu hamil melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan, sebelum melakukan perawatan gigi.

“Waktu perawatan gigi pada ibu hamil yang terbaik, adalah pada trimester kedua kehamilan. Jadi sebisa mungkin, hindari perawatan medis gigi pada trimester pertama dan ketiga masa kehamilan. Karena sangat rentan pada ibu hamil,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Syafira Devani Putri menegaskan bahwa kolaborasi kegiatan seperti ini, akan mampu memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil, merupakan hal penting.

“Sangat penting mengedukasi masyarakat yang masih percaya dengan mitos tidak bolehnya perawatan gigi terhadap ibu hamil, yang tidak teruji secara klinis. Dengan pemahaman yang lebih baik, ibu hamil tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi,” ujar perempuan yang sedang menanti buah hati pertama itu.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi ibu, tidak hanya berhenti hingga melahirkan. Dikarenakan bayi juga rentan terhadap bakteri, yang bisa ditularkan oleh orang dewasa melalui mulut.

“Ibu maupun orang tua, harus lebih berhati-hati dengan kebiasaan mencium anak di bagian mulut. Hal ini dapat menyebabkan bayi terkontaminasi bakteri Streptococcus Mutans. Karena kontak air liur dewasa, bisa berpindah ke si kecil,” ungkapnya.

“Bakteri ini membuat gigi si kecil rentan mengalami gigi berlubang, yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Dengan kemungkinan tersebut, ibu maupun orang tua, harus lebih peduli dengan kesehatan gigi dan mulutnya,” pungkasnya. @Nto tze


 

426

Baca Lainnya