Bangkalan | klikku.net — Berangkat dari pengaduan masyarakat yang masuk Pakis (Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis) melayangkan surat audiensi pada Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) hari Kamis (10/11) siang di Kantor PUPR Kabupaten Bangkalan.
Rencana pembahasan pada audiensi dengan Dinas PUPR itu menurut keterangannya Pakis membawa beberapa poin penting yakni seputar pembangunan jalan dan jembatan, saluran drainase, pemeliharaan jalan dan jembatan, peningkatan sarpras kebinamargaan, pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan, program perencanaan tata ruang, pengendalian pemanfaatan ruang serta rencana program tahun 2023 mendatang.
Namun demikian menurut Abdurrohman Tohir Ketua DPP Pakis ada hal yang paling urgen yang berkaitan dengan poin-poin pembahasan pada audiensi tersebut yang mesti dipenuhi oleh Dinas PUPR untuk melangsungkan audiensi tersebut yakni kehadiran sosok Diana kontraktor yang selama ini menurut Abdurrahman menjadi momok dalam pelaksanaan program di Dinas PUPR.
Baca juga :
Anggarkan 38 Milyar Rupiah PUPR Bangkalan Telah Capai Delapan Puluh Persen Serapan Perbaikan Jalan
Kegiatan audiensi Pakis yang sempat berlangsung beberapa waktu diruangan kantor Dinas PUPR Pemkab Bangkalan itu terpaksa dihentikan oleh pihak Pakis dikarenakan kekecewaannya tidak menjumpai sosok Diana yang sebelumnya telah diminta khusus dengan dituangkan langsung dalam surat permohonan audiensi tersebut pada pihak Dinas PUPR.
”Informasi yang masuk pada Pakis ibu Diana ini sosok kontraktor penting penetu kebijakan di Dinas PUPR dari pada kontraktor lainnya, namun karena Dinas PUPR tidak menghadirkan dalam momen audiensi maka kami pending, kami minta pada Kadis untuk mencari profil dan kami minta dia ikut dalam organisasi kontraktor apa dan sebagainya,” ungkap Abdurrahman paska memending berlangsungnya audiensi teraebut.
Terpisah menanggapi atas kebijakan pending berlangsungnya audiensi Pakis di Dinas PUPR itu sebab ketidak hadiran sosok Diana sebagaimana yang diminta khusus oleh Pakis pada Dinas PUPR untuk dihadirkan namun gagal dijelaskan oleh Wildan Yulianto Kepala Dinas PUPR pihaknya tidak punya wewenang untuk menghadirkan Diana kontraktor dalam momen audiensi tersebut.
“Untuk menghadirkan rekanan kalau memang tidak ada kapasitas susah, Kami fikir kalau untuk menghadirkan rekanan bisa mengirimkan surat pada cv beliau bernauang bisa mengirim surat beliau diundang,” kata Wildan menyampaikan tanggapannya, Kamis (10/11) paska dipendingnya agenda audiensi Pakis tersebut sebab ketidakhadiran sosok Diana.
Reporter : Anam
