Ekonomi Bisnis

Kamis, 15 Juni 2023 - 19:18 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Kinerja Perusahaan Masih Melambat Selama 2022, INAI dan ALMI Putuskan Tak Bagi Deviden

Surabaya | klikku.net – Dua perusahaan dibawah naungan Maspion Group, yakni PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) dan PT Alumindo Light Mental Industry Tbk (ALMI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2022 dan publik expose secara bersamaan, di Fave Hotel Surabaya, Kamis (15/6).

Dalam laporan kinerja, INAI mengalami peningkatan penjualan ekspor yang positif tahun 2022, yakni sebesar Rp883,94 miliar. Hal ini tak lepas dari produk INAI yang mayoritas adalah produk rumah tangga, manufaktur dari aluminium, dan elektronik.

Menurut Presdir Maspion Group Alim Markus, meski kondisi ekonomi mulai membaik pasca pandemi Covid-19. Namun pertumbuhan ekonomi global masih melambat akibat terdampak pandemi.

Executif Managing Director INAI Alim Perkasa menambahkan, bahwa INAI menjalankan strategi usaha dengan cukup berhati-hati. Situasi tidak terduga seperti pandemi Covid-19, mengakibatkan sejumlah negara jatuh ke dalam resesi.

“Ini membuat beberapa pemasok maupun pelanggan INAI mengalami kesulitan. Untuk itu, strategi INAI ke depan adalah membuat produk beragam, baik produk standar maupun premium. Kami juga menyediakan kebutuhan akan energi ramah lingkungan, seperti solar frame panel part,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur INAI Cahyadi Salim menyampaikan bahwa total pendapatan INAI untuk tahun 2022 tercatat Rp1.439,15 miliar. Tetapi diikuti kerugian bersih Rp 113,95 miliar. Sehingga RUPS memutuskan tidak dilakukan pembagian deviden.

“Ke depan, INAI terus mengembangkan peluang usaha, terutama pasar dunia. Karena produk INAI yang mayoritas adalah produk manufaktur berbahan aluminium ekstrusion, diproduksi berdasarkan pesanan dan banyak diekspor. Bahkan lebih dari setengah pendapatan INAI, berasal dari penjualan ekspor ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan sebagainya,,” ujar Cahyadi.

Komisaris INAI dan ALMI Welly Muliawan menambahkan, selama daya serap pasar domestik masih belum pulih seperti semula. Diperkirakan pasar ekspor akan terus menyumbang pendapatan INAI secara signifikan di tahun 2023 dan selanjutnya.

Direktur ALMI Wibowo Suryadinata (kiri), Direktur INAI Cahyadi Salim (tengah), dan Komisaris ALMI dan INAI Welly Muliawan, saat public expose

Sementara itu, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), produsen aluminium foil dan aluminium sheet, menyebut kinerja penjualan selama 2022, masih tertekan kondisi perekonomian global. Terutama pasar Amerika Serikat dan Eropa, akibat Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Direktur ALMI Wibowo Suryadinata mengatakan, akibat kondisi perekonomian yang melambat, perusahaan belum menghasilkan laba bersih.

“Sambil menanti perbaikan ekonomi dunia secara umum. Kami mengupayakan perbaikan internal, terkait manajemen pembelian dan produksi. Kami juga akan menjajaki kerjasama dengan investor strategis, untuk menghadapi tantangan ke depan, yang membutuhkan aliansi dengan pembeli utama,” ujarnya saat paparan publik.

“Untuk itu kami melakukan diversifikasi pasar ke Kanada, AS, Eropa dan Asia. Selain itu, kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan pembeli besar di pasar ekspor Asia dan tekuni pasar lokal,” pungkasnya.


 

1578

Baca Lainnya