Sumenep | klikku.net – Pulau Oksigen Gili Iyang, Sumenep, merupakan destinasi yang potensial di Jawa Timur. Pulau yang berada di segitiga emas Gili Iyang – Gili Labak – Gili Genting ini, terkenal dengan kandungan oksigennya yang mencapai 20,9% atau satu-satunya di Indonesia.
Dengan potensi yang ada, Gili Iyang berpeluang dikembangkan sebagai objek wisata kebugaran (wellness tourism).
Untuk itu, perlu dikembangkan produk-produk yang dapat mendukung pariwisata pulau oksigen Gii Iyang.
Dalam rangka menyediakan produk wisata, Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan pelatihan pembuatan minuman Kesehatan berbahan lokal, dan pelatihan penyusunan paket wisata/e-brosure.
Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 11 November 2023, sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Airlangga Community Development Hub (ACDH) Universitas Airlangga 2023.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Desa Banraas dihadiri Ketua dan anggota Pokdarwis, PKK, pemuda/karang Taruna sebanyak 37 orang.
Pelatihan pembuatan minuman Kesehatan dipandu dosen D4 Destinasi Pariwisata, Dr. Sri Endah Nurhidayati, S.Sos, M.Si.
Minuman yang dibranding Air Mata Surga ini terbuat dari bahan local seperti jahe, kunyit, sereh, jeruk nipis dan gula siwalan yang merupakan produk andalan Gili Iyang.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan 2 unit cap seller kepada Pokdarwis di Desa Banraas dan Bancamara.
“Harapannya melalui pelatihan ini Masyarakat dapat mengembangan berbagai produk lokal lainnya seperti dawet siwalan, minyak kelapa, gula siwalan, dan minuman lokal lainnya yang dapat dikemas dalam cup. Dengan tumbuhnya produk lokal selain menjadi alternatif sebagai oleh-oleh bagi wisatawan namun juga dapat menumbuhkan wirausaha baru di Masyarakat,” jelas Sri Endah, pada saat pelatihan.
Unair berkomitmen mengembangkan potensi dan perekonomian lokal, guna mendukung pariwisata berbasis Masyarakat (community based tourism).
Masyarakat Gili Iyang juga menerima pelatihan penyusunan paket wisata dan pembuatan e-brosure, yang disampaikan Dosen D4 Destinasi Pariwisata, Mochammad Reizza Al Ariyah, M.Sosio.
Dalam pelatihan tersebut anggota Pokdarwis dan Pemuda dapat langsung mempraktekan cara membuat paket wisata dengan memanfaatkan potensi pariwisata yang ada dengan menggunakan tools seperti Canva, Capcut, dan tools popular lainnya.

Menurut Reizza, saat ini kemampuan menggunakan tools semacam Canva dan Capcut dapat dimaksimalkan untuk membuat media promosi, khususnya melalui ungghan media social.
“Selain mudah dan murah, media social adalah sarana yang efektif untuk membangun promosi dan penjualan berbagai produk wisata di Gili Iyang,” papar Reizza lebih lanjut.
Dalam pelatihan yang berlangsung, peserta sangat aktif memanfaatkan momen untuk langsung bertanya, berdiskusi tentang ide usaha. Bahkan langsung mengkonsultasikan produk atau ide membangun media social. Peserta merasa kegiatan pengabdian kepada Masyarakat sangat bermanfaat.
Mereka berharap pelatihan semacam ini dapat digelar Unair secara rutin sesuai dengan potensi dan kebutuhan Masyarakat.
