Surakarta | klikku.net – Karaton Surakarta Hadiningrat kembali memberikan kekancingan (penganugerahan gelar atau pangkat) kepada 437 abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, dari berbagai wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah adapula yang dari Bali.
Diantara mereka itu, ada dari berbagai macam pekerjaan. Diantaranya pengusaha, PNS dan wiraswasta. Adapun meraka semua sangat berpegaruh di kota tersebut.
Ke 437 orang tersebut sangat ingin melestarikan budaya Jawa. Sehingga dari mereka, ingin menjadi abdi dalem Keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Pemberian gelar ini, sekaligus ritual tahunan yang dilakukan keraton acara tingalan jumenengan (memperingati kenaikan tahta) Raja Pakubwono PB Xlll, rencananya di lakukan pada hari Selasa 06 Februari 2024.
Prosesi wisudawan abdi dalem itu di mulai pada hari Minggu tanggal 04 Februari 2024 jam 09.00 sampai selesai. Atau dua hari menjelang upacara inti jumenengan rencana di bangsal Smrakata Karaton Surakarta Hadiningrat.
Dari yang ke 437 wisuda abdi dalem tersebut, baru pertama kali ikut acara wisuda menerima gelar dari keraton kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Sdapun tugas abdi dalem adalah orang yang bekerja dan mengabdikan diri di keraton yang di sahkan melalui melalui proses kekancingan, atau surat penganugrahan pangkat.
Dan mereka mengabdikan dirinya kepada keraton dan wajib mengikuti semua aturan adat keraton. Adapun jenis abdi dalem Keraton Surakarta ada dua jenis abdi dalem, yaitu anon-anon dan abdi dalem garap keraton.
Abdi dalem garap keraton tugasnya meraka bekerja setiap hari di lingkungan keraton dan mendapatkan upah dari keraton Surakarta.
Dedangkan abdi dalem Anon-anon (relawan) mereka yang bekerja sesuai dengan undangan dari pihak keraton kasunanan Surakarta pada beberapa kegiatan keraton yang penting, dan tidak mendapatkan upah.
Adapun cara seleksi abdi dalem Keraton Surakarta membutuhkan niat nyata untuk mengabdi, setelah di nilai dari kelayakan dari beberapa pertimbangan bisa di proses dan diterima.
Maka abdi dalem diberikan pangkat kekancingan dengan menggunakan pakaian adat sesuai kepangkatan dan di berikan langsung sama ketua LDA (lembaga dewan adat ) Dra.GKR Koes moertiyah wandansari M.Pd. atau Gusti moeng dan di dampingi oleh Dr.KPH Eddy wirabhumi SH.MM
Kusnan
