Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 22 April 2024 - 18:57 WIB

2 tahun yang lalu

logo

BI, OJK, DJPb, dan LPS Berkolaborasi untuk Jaga Ketahanan Ekonomi Jawa Timur

Surabaya | klikku.net – Bank Indonesia optimis perekonomian Jawa Timur tahun 2024 akan tetap kuat, dengan pertumbuhan yang diprakirakan sebesar 4,7%-5,5% (yoy).

Hal ini disampaikan Kepala KPw BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea, saat Media Briefing bertema “Penguatan Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur”, di Surabaya, Senin (22/4).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari KPw BI Jawa Timur, Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, Kantor Perwakilan LPS II Jawa Timur dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Erwin menyebutkan jika media briefing kali ini merupakan kolaborasi bersama 4 pemangku kebijakan ekonomi, moneter, dan keuangan di Jawa Timur.

“Tujuannya untuk membangun engagement dan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur”, ujarnya.

“Kami berharap, kegiatan yang baik ini dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, antara BI, OJK, DJPb, dan LPS. Dengan menggandeng media sebagai partner kami, dalam mengkomunikasin respon kebijakan terkait dinamika ekonomi terkini kepada publik”, tambahnya.

Erwin juga mengungkapkan optimisme pihaknya, bahwa perekonomian Jawa Timur 2024 akan tumbuh sebesar 4,7%-5,5% (yoy).

“Optimisme ini tetap diiringi kewaspadaan, seiring dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. Dari sisi harga, inflasi IHK Jatim pada tahun 2024 diprakirakan berada pada kisaran 2,5 ± 1%. Ke depan, diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemangku kebijakan makroekonomi, untuk terus mengawal kinerja ekonomi Jawa Timur yang lebih baik”, pungkasnya.

Sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Jatim 2024, Kepala Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur Giri Tribroto menyampaikan, bahwa kinerja perbankan Jawa Timur hingga Februari 2024 tetap solid.

“Hal ini ditunjukkan oleh penyaluran kredit yang tumbuh lebih tinggi. Mayoritas kredit disalurkan kepada sektor Rumah Tangga (konsumsi) dan sektor Korporasi. Terutama di lapangan usaha Industri Pengolahan yang memiliki share terbesar pada PDRB”, ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Giri Tribroto juga menyampaikan, bahwa media di Jawa Timur memegang peranan penting untuk membangun perspektif positif masyarakat.

“Khususnya terhadap program pemberdayaan masyarakat, yang saat ini sedang diimplementasikan oleh Bank Indonesia, OJK, DJPb, dan LPS, serta mengajak keterlibatan seluruh pihak untuk mendukung program tersebut”, tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Jatim Taukhid menyampaikan, bahwa belanja pemerintah menunjukkan kinerja yang positif, dengan realisasi belanja APBD konsolidasi se-Jawa Timur sampai dengan Triwulan I 2024 sebesar Rp14,27 T (10,69%) dari alokasi Tahun Anggaran 2024.

“Belanja Pemerintah yang solid tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Jatim Bambang S. Hidayat, menyampaikan, bahwa LPS menjamin penuh lebih dari 69,6 juta rekening simpanan di Bank Umum dan 2,6 juta rekening di BPR/BPRS, atau mencakup 99,95% dari total seluruh rekening.

“Sejalan dengan perluasan kewenangan LPS dalam UU P2SK, pada akhir bulan Mei 2024, Kantor Perwakilan LPS Jawa Timur akan diresmikan di Pakuwon Tower Lantai 27, Tunjungan Plaza 6, Surabaya”, ujarnya.

Dia juga menyambut baik kegiatan media briefing ini, sebagai bentuk penguatan sinergi antar Lembaga guna menjaga ketahanan perekonomian Jawa Timur, sebagai fungsi penjamin simpanan, yang diatur dalam UU No.24 tahun 2024 (UU LPS).


@Nt

666

Baca Lainnya