Ekonomi Bisnis Pariwisata

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:32 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Hadirkan Beragam Pilihan Varian Destinasi, Bursa Pariwisata 2024 Usung Suistainable Tourism 

Surabaya | klikku.net – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Pemprov Jatim) menggelar Bursa Pariwisata Jatim di Exhibition Hall Grand City Mall Surabaya.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, 23-26 Mei 2024, menampilkan ratusan pilihan wisata, desa wisata, akomodasi, produk lokal, hingga ragam paket travelling pilihan dan maskapai dengan harga lebih hemat.

Kegiatan ini mengajak setiap pengunjung untuk mengeksplorasi keindahan pariwisata Jatim secara menyeluruh. Total ada 125 booth dan 80 peserta sustainable tourism, yang meramaikan event bursa pariwisata terbesar tahunan di Jatim ini.

Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari mengungkapkan, pihaknya siap memenuhi target khusus 324,8 juta pergerakan wisatawan.

“Untuk itu, kami akan memastikan bahwa setiap pelaku usaha pariwisata, untuk bertanggungjawab dan komitmen memberikan layanan paling prima kepada para pelancong. Serta memastikan standar keamanan di seluruh lokasi wisata. Baik wisata buatan, wisata minat khusus maupun maupun wisata alam”, ujarnya, Kamis (23/5).

Evy juga merasa bangga, karena Jatim bisa kembali mempersembahkan ekosistem pameran wisata melalui berbagai event.

“Ini adalah momen yang ditunggu masyarakat Jatim dan Indonesia. Kami sedang membangkitkan gairah pariwisata yang ada di Jatim. Untuk itu, target transaksi dalam Bursa Pariwisata Jatim 2024 ini, diharapkan bisa menyentuh angka Rp3 miliar”, pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono menuturkan, saat ini Indonesia naik peringkat berdasarkan data Travel and Tourism Development Index (TTDI). Ini adalah sebuah indeks pariwisata global dari World Economic Forum, yang mengukur daya saing antar negara.

“TTDI Indonesia peringkat 22 dari angka 32. Artinya naik signifikan. Kita mengalahkan Malaysia di peringkat 35, Thailand 47 dan Vietnam 59. Dan kita di atas Selandia Baru sekarang”, ujar Marhen.

“Saat ini ada pergeseran. Dulu, alasan pertama wisman datang ke Indonesia, adalah menikmati alam Indonesia. Sekarang menikmati kuliner khas daerah misal soto atau sate”, tuturnya.

“Alasan kedua adalah menikmati seni budaya atau culture. Ketiga adalah karena kalender event sebagai magnet. Keempat adalah karena ada promo atau diskon, seperti yang ditawarkan di Bursa Pariwisata Jatim. Dan alasan terakhir adalah untuk menikmati keindahan alamnya sesuai tagline Wonderful Indonesia”, tambahnya.

Dalam kegiatan ini, juga ada penandatanganan komitmen bersama tentang industri pariwisata jatim mendukung program tidak menggunakan energi bersubsidi oleh sejumlah asosiasi. Diantaranya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia. Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).


@man

555

Baca Lainnya