Ekonomi Bisnis

Jumat, 23 Agustus 2024 - 20:04 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Launching Program Penguatan Tebu Rakyat; SGN Perkuat Kemitraan dengan Petani Tebu Targetkan Swasembada Gula 2028

Surabaya | klikku.net – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang bergerak di bidang komoditas gula “melaunching program penguatan tebu rakyat”. Untuk meningkatkan produktivitas petani tebu dan mendukung pencapaian swasembada gula nasional pada tahun 2028.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menjelaskan dampak dari penguatan kemitraan petani tebu, antara PT SGN dengan petani dan ekosistem untuk meningkatkan industri gula, perbaikan agronomi dengan meningkatkan industri tebu petani dari 5 ton menjadi 8 ton per hektare.

“Untuk mensukseskan program ini diperlukan dukungan dari steholder dengan Kementerian perekonomian; yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pertanian,” harapnya.

Menurut Abdul Ghani program ini juga untuk peningkatan kualitas budidaya tebu, mulai dari penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk yang tepat guna, sampai dengan pemanenan pada waktu yang optimal.

“Selain itu, SGN juga memberikan akses yang lebih mudah bagi petani terhadap pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus,” katanya di Surabaya Rabu (21/8).

Masih kata Abdul Ghani, peningkatan produktivitas tebu adalah kunci untuk mencapai swasembada gula. Dengan meningkatkan produktivitas dari 5 ton per hektar menjadi 8 ton per hektar dengan biaya produksi gula dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau produktivitas petani meningkat, maka dampaknya harga pokok produksi gula akan turun. Ini akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani, tebu ” papar Abdul Ghani.

Abdul Ghani menggambarkan produktivitas tebu pada tahun 1930 pernah mencapai 14,7 ton per hektare. Kondisi saat ini, produktivitas per hektare 5 ton. Selepas program penguatan diharapkan produktivitas bisa mencapai 8 ton per hektare.

“Program penguatan ini bukan kemauan yang muluk muluk karena 94 tahun yang lalu di Pulau Jawa bisa menghasilkan produktivitas hampir 15 ton per hektare,” harapnya.

Menurut dia bahwa bila produksi tebu 8 ton per hektare dengan asumsi luas lahan tebu 500.000 hektare, secara nasional maka bisa menghasilkan minimal 4 juta ton gula.

“Maka guna mencapai swasembada gula konsumsi itu bukan target yang berlebihan,” terangnya lebih lanjut.

Pemerintah telah memberikan dukungan penuh terhadap program ini melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menyediakan KUR Khusus untuk petani tebu. Selain itu, berbagai BUMN seperti

PTPN, RNI, Petrokimia Gresik, dan Perum Bulog juga turut berkontribusi dalam mendukung program penguatan ini.

Masih kata Abdul Ghani SGN juga telah menyiapkan infrastruktur ekosistem digitalnya aplikasi E-tera menjadi besik data yang akan digunakan mengelola data dan kepentingan kebutuhan petani untuk menuju 8 ton per hektare.

“Platform ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi,’ harapnya.

Mahmudi Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), menyampaikan bahwa penguatan ekosistem tebu rakyat ini menjadi salah satu kunci sukses untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi pada 2028 mendatang.

“Melalui berbagai upaya yang dilakukan, SGN optimistis program ini dapat mencapai target swasembada gula pada tahun 2028. Dengan meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat kemitraan antara perusahaan dan petani, target tersebut diyakini dapat tercapai,” harap dia.


Soen

443

Baca Lainnya