Ekonomi Bisnis Nasional

Sabtu, 14 Desember 2024 - 13:10 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Stabilitas Keuangan Indonesia Tetap Kokoh di Tengah Risiko Geopolitik Global

Jakarta | klikku.id – Sektor keuangan Indonesia berhasil menunjukkan ketahanannya meskipun dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat meningkatnya risiko geopolitik global.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat (13/12/2024). Yang menegaskan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia terus terjaga, memberikan optimisme di tengah tantangan yang dihadapi.

Ketegangan geopolitik kian memanas, terutama setelah kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Diperkirakan, perang dagang antara AS dan Tiongkok akan semakin intensif.

Ini ditambah konflik di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Ukraina, yang turut memicu ketidakpastian global. Kondisi ini mengancam stabilitas pasar keuangan dunia, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Namun, di tengah tantangan tersebut, terdapat kabar baik dari perekonomian global. Pemulihan mulai terlihat di negara-negara utama seperti AS, Tiongkok, dan kawasan Eropa.

Di AS, pasar tenaga kerja kembali menguat. Sementara di Tiongkok, sektor produksi mulai menunjukkan pertumbuhan, meski permintaan domestik masih lemah.

Sementara itu, Eropa mencatatkan perbaikan ekonomi yang memberikan harapan stabilitas global di masa mendatang.

Kendati demikian, ketatnya kebijakan moneter global, mendorong investor menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya, mayoritas pasar emerging markets, seperti saham, obligasi, dan nilai tukar, mengalami tekanan.

Meski begitu, OJK menegaskan bahwa kinerja perekonomian Indonesia tetap solid. Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,95 persen (yoy), dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 5,03 persen.

Hal ini membuat Indonesia optimis mempertahankan laju pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir tahun.

Neraca Pembayaran Indonesia yang mencatatkan surplus, menunjukkan ketahanan eksternal yang kokoh. Selain itu, inflasi yang terkendali, terutama pada sektor pangan, turut memberikan sinyal positif bagi perekonomian domestik.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Seperti PMI manufaktur yang berada di zona kontraksi, serta pelemahan indikator permintaan domestik seperti penjualan ritel, kendaraan bermotor, dan indeks kepercayaan konsumen.

Dengan fondasi ekonomi yang kuat, Indonesia memiliki peluang untuk terus memperkuat stabilitas sektor keuangannya. Sinergi antara pemerintah, OJK, dan pelaku ekonomi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang ada.

Ketahanan ekonomi Indonesia menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kebijakan yang tepat dapat membawa stabilitas di tengah gejolak.

Dengan penguatan sektor domestik dan terus menggalang kepercayaan investor, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi contoh negara berkembang yang tangguh di kancah global.


@Man

163

Baca Lainnya