Sosial

Jumat, 8 Agustus 2025 - 08:19 WIB

11 bulan yang lalu

logo

BHS Kagumi Jejak Perjuangan di Museum HOS Tjokroaminoto, Ingatkan Pentingnya Wisata Sejarah

Surabaya – Derap langkah memasuki lorong Kampung Peneleh membawa ingatan ke masa perjuangan para tokoh bangsa. Di antara bangunan tua yang berdiri, rumah sederhana di Jalan Pandean IV Nomor 15 menyimpan kisah besar: kediaman HOS Tjokroaminoto, guru bangsa dan penggerak organisasi Islam yang melahirkan banyak pemimpin.

Kini, rumah itu menjadi Museum HOS Tjokroaminoto. Meja kayu tua, ranjang besi, dan sudut-sudut ruangannya seakan masih menyimpan gema diskusi para pemuda yang kelak mewarnai sejarah Indonesia. Museum ini menjadi salah satu tujuan reses Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), Kamis (7/8/2025).

Bagi BHS, keberadaan museum bukan sekadar pelestarian benda dan cerita lama, melainkan peluang besar mengangkat nama Indonesia di mata dunia. “Potensi wisata bersejarah sangat penting. Museum di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi harus terus digencarkan. Turis mancanegara lebih suka museum daripada wisata alam,” ujarnya.

Ia mencontohkan Thailand, negara yang minim gunung dan air terjun, namun mampu mendatangkan jutaan wisatawan berkat kekuatan sejarah dan budaya. “Kita punya ratusan gunung, air terjun, dan kekayaan alam luar biasa, tapi kunjungan turis masih kalah. Thailand bahkan hanya mengandalkan sungai dan museum,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

BHS menambahkan, Malaysia mampu mencatat 29 juta kunjungan turis mancanegara, sementara Indonesia baru sekitar 14 juta. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 400 kerajaan, jauh lebih banyak dibanding Thailand yang memiliki tiga dan Malaysia sembilan kerajaan.

Baginya, mengenalkan sejarah kepada generasi muda adalah kunci agar museum tetap hidup. “Semakin banyak yang berkunjung, perkembangan museum akan semakin pesat,” ucapnya.

Namun, BHS menyoroti hambatan infrastruktur transportasi antar museum yang belum terintegrasi dengan baik. Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Museum dan Budaya Pemkot Surabaya, Saidah, mengungkapkan adanya rencana menghadirkan transportasi air yang melewati kawasan museum. “Dermaganya sudah ada, tapi belum terlaksana karena terkendala debit air,” jelasnya.

Bagi BHS, museum seperti HOS Tjokroaminoto adalah harta karun yang harus terus diceritakan, bukan hanya kepada warga Surabaya, tetapi juga kepada dunia.

113

Baca Lainnya