Jakarta | klikku.id – Pemerintah pusat menyiapkan terobosan baru untuk mengatasi persoalan anak tidak sekolah (ATS) di Indonesia.
Lewat program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyusun peta jalan nasional untuk menjangkau anak-anak yang tak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka.
“Setiap provinsi akan punya satu sekolah induk untuk jalankan PJJ. Ini untuk anak-anak yang terhalang sekolah karena pekerjaan, jadi atlet, atau lokasi yang sulit dijangkau,” jelas Tatang Muttaqin, Dirjen PKPLK Kemendikdasmen, Jumat (8/8/2025).
Program ini sebelumnya diuji coba di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia, dan dinilai berhasil. Tahun ini, uji coba diperluas dengan target 100 siswa, dan pada 2027 ditargetkan menjangkau 3.400 murid di 34 provinsi. Pada 2029, pemerintah menargetkan berdirinya Sekolah Jarak Jauh Nasional.
Data Kemendikdasmen menyebut, 3,9 juta anak Indonesia masuk kategori ATS, dan 25 persen di antaranya berada di jenjang pendidikan menengah. Penyebab utama antara lain: biaya pendidikan, pernikahan dini, bekerja, hingga lokasi tempat tinggal yang terpencil.
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, menyambut baik langkah ini. Ia menegaskan, kesuksesan PJJ butuh sinergi lintas pihak: pemerintah, sekolah, dan dukungan orang tua.
“Infrastruktur digital dan modul belajar yang tepat jadi kunci. Ini bukan sekadar alternatif, tapi hak konstitusional anak yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Dengan hadirnya peta jalan PJJ, pemerintah berharap tak ada lagi anak yang tertinggal pendidikan hanya karena kendala fisik atau sosial. R3d
