Ekonomi Bisnis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:29 WIB

10 bulan yang lalu

logo

TPS Perkuat Konektivitas Logistik, Targetkan Arus Peti Kemas Terus Tumbuh

Surabaya | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Pelindo Terminal Petikemas, memperkuat sinergi dengan pelaku logistik untuk mendorong kelancaran arus peti kemas domestik dan internasional.

Langkah ini ditegaskan lewat kunjungan kerja Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah & DIY, Kamis (7/8/2025).

Ketua DPW ALFI Jateng & DIY, Teguh Arif Handoko, menyebut TPS sebagai simpul distribusi vital yang menghubungkan kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Konektivitas TPS menjadi kunci efisiensi logistik, memangkas waktu tempuh, dan menekan biaya distribusi,” ujarnya.

Integrasi layanan pelabuhan dan kawasan industri, lanjut Teguh, akan memperkuat ekosistem logistik nasional, memudahkan eksportir–importir, serta mengakselerasi arus peti kemas.

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, memastikan perusahaan terus memodernisasi infrastruktur dan layanan.

Inovasi digital yang diterapkan meliputi Terminal Operating System (TOS) terbaru, sistem pemesanan online, hingga uji coba Terminal Booking System (TBS) untuk mempercepat layanan dan meningkatkan produktivitas bongkar muat.

Dalam dua tahun terakhir, TPS mencatat tren positif arus peti kemas seiring meningkatnya permintaan ekspor dan arus impor bahan baku industri. Peserta kunjungan ALFI turut melihat langsung operasional terminal, pengaturan arus barang, dan manajemen antrian truk.

Sepanjang 2024, TPS membukukan throughput 1.584.774 TEUs, tertinggi dalam sejarah perusahaan. Hingga Juli 2025, angka sudah menembus 908.136 TEUs, dengan pangsa pasar internasional mencapai 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Ketua DPW ALFI Jatim, Sebastian Wibisono (Wibi), mengapresiasi fasilitas TPS, termasuk layanan fumigasi dan pemeriksaan kulit mentah garaman di lini I. “Kami berharap layanan serupa juga ada di Semarang untuk menekan biaya logistik,” ujarnya.

Noor Budiwan menegaskan, sinergi pelaku logistik, kawasan industri, dan operator terminal akan menciptakan ekosistem logistik nasional yang terhubung, efisien, dan berdaya saing global.

“Model kolaborasi ini bisa direplikasi di daerah lain untuk mempercepat distribusi antar pusat industri,” tutupnya. @Man


 

79

Baca Lainnya