Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 15 Agustus 2025 - 10:09 WIB

7 bulan yang lalu

logo

Meski Ekonomi Global Tak Pasti, OJK Pastikan Keuangan Jatim Tetap Stabil & Perkasa

Surabaya | klikku.id – Meski ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, sektor jasa keuangan di Jawa Timur terbukti tangguh. Permodalan perbankan terjaga kuat, risiko kredit terkendali, dan kinerja intermediasi terus tumbuh positif.

Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, menyampaikan optimisme itu,dalam Media Briefing 2025 bertema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Menjaga Stabilitas dan Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, di Gedung OJK Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, permodalan perbankan di Jatim berada di level sehat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 30,47%.

Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross juga terkendali di angka 3,58%, sedangkan rasio likuiditas AL/DPK dan AL/NCD tetap di atas ambang batas.

Pertumbuhan kredit per Juni 2025 tercatat 5,46% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 3,48%. Sebagian besar kredit dialokasikan untuk modal kerja, dengan pelaku UMKM sebagai penerima terbesar.

Hingga pertengahan tahun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jatim telah menembus Rp66,73 triliunl, atau 5ertinggi kedua secara nasional, setelah Jawa Tengah.

“Capaian KUR ini menjadi bukti peran pembiayaan dalam menggerakkan usaha mikro dan kecil, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain sektor perbankan, pasar modal Jatim juga menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, ada 55 emiten asal Jatim yang berhasil menghimpun dana Rp14,7 triliun, lewat penawaran umum. Industri barang konsumsi primer, masih menjadi motor pertumbuhan, diikuti tren positif di industri reksa dana dan penjaminan.

OJK menilai ketahanan sektor keuangan ini tak lepas dari sinergi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Ke depan, digitalisasi layanan perbankan akan terus didorong, untuk memperluas akses pembiayaan hingga ke pelosok.

“Secara keseluruhan, sektor keuangan Jatim sehat dan stabil. Sinergi antar-stakeholder adalah kunci untuk menjaga pertumbuhan dan mewujudkan Jatim sebagai gerbang baru ekonomi Nusantara,” pungkasnya. @Man


 

56

Baca Lainnya