Situbondo | klikku.id – Suasana Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, Minggu (24/8), mendadak meriah.
Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan lomba ayam sap-sap atau ayam terbang, tradisi khas masyarakat pesisir yang kini dihidupkan kembali oleh Pemkab Situbondo bersama Ikatan Perahu Pasir Putih (Ikaperti).
Tradisi unik ini berawal dari ritual larung sesaji petik laut. Konon, ada ayam betina yang ikut terbang dari tengah laut menuju daratan, lalu dilestarikan menjadi ajang lomba rakyat.
Mekanismenya pun tak kalah seru: ayam betina dilepas dari jarak sekitar 150 meter di tengah laut, kemudian dibiarkan terbang menuju bibir pantai.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang hadir langsung menegaskan, lomba ayam sap-sap bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya menjaga identitas budaya lokal.
“Ini tradisi yang harus kita jaga. Tahun depan lomba ini akan kami masukkan agenda resmi Pemkab, bahkan kalau memungkinkan bisa naik jadi agenda tingkat nasional,” ujar pria yang akrab disapa Mas Rio itu.
Tahun ini, lomba ayam sap-sap dibatasi hanya 80 ekor ayam meski peminatnya membludak. Menurut panitia, Muhammad Rauf, keterbatasan itu untuk menjaga kualitas lomba.
“Banyak daerah punya tradisi serupa, tapi di Pasir Putih Situbondo punya akar sejarah kuat, diwariskan turun-temurun,” jelasnya.
Tak hanya lomba ayam sap-sap, rangkaian HUT Ke-80 RI di Pasir Putih juga dimeriahkan lomba balap perahu layar. Puluhan perahu wisata mengitari lintasan di tengah laut dan kembali finis di kawasan pantai.
Yudik, wisatawan asal Jember, mengaku terkesan. “Kebetulan liburan bersama keluarga, disuguhi atraksi unik ayam sap-sap dan balap perahu layar. Seru banget, jadi pengalaman baru,” katanya.
Pemkab Situbondo berharap, dua agenda tradisi pesisir ini bisa menjadi ikon wisata tahunan yang semakin memperkuat citra Pasir Putih sebagai destinasi unggulan di tapal kuda Jawa Timur. R3d
