Surabaya | klikku.id– Sebanyak 52 peserta dari 14 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) se-Jawa, unjuk kemampuan dalam Halal Chef Competition 2025.
Ajang bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa ini, digelar secara maraton di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Sabtu (13/9/2025).
Kompetisi yang bekerja sama dengan Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI) dan UC Surabaya itu, menghadirkan tiga kategori, yakni chef profesional, chef pondok pesantren, dan calon chef dari kalangan mahasiswa atau vokasional.
“Kami ingin mendorong pengembangan sektor halal food dari hulu ke hilir. Lewat ajang ini, kreativitas dan inovasi para peserta dapat terasah sekaligus memperluas kesadaran masyarakat terhadap produk makanan halal,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erwindo Kolopaking, saat membuka kegiatan.
Menurut Erwindo, peluang industri halal dunia terus melejit. “Berdasarkan State of the Global Islamic Economic Report 2024/2025, potensi ekonomi syariah global pada 2023 mencapai US$2,43 triliun dan diproyeksikan naik menjadi US$3,66 triliun pada 2028, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 5,3 persen. Di sektor halal food, Indonesia kini menempati posisi keempat dunia,” ungkapnya.
Di tengah dinamika ekonomi global, Erwindo menyebut kinerja ekonomi nasional tetap positif dengan inflasi terjaga.
“Salah satunya ditopang pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, yang menjadi sumber baru pertumbuhan. Khususnya pada rantai nilai halal (Halal Value Chain), mulai makanan-minuman halal, fesyen muslim, hingga wisata halal,” pungkasnya.
Suasana kompetisi berlangsung sengit. Deretan meja saji penuh dengan olahan kreatif peserta. Marisa, peserta dari Kantor Perwakilan BI Jakarta yang juga mewakili Pondok Pesantren Qurrota Ayyun, menyajikan menu unik, Ayam Sampyok khas Betawi yang dimodifikasi dengan bebek dan nasi uduk buah naga.
“Waktunya hanya 60 menit, jadi tantangannya besar. Apalagi memasak bebek butuh waktu lama agar empuk. Hasilnya memang belum maksimal, tapi saya senang bisa ikut dan mewakili Jakarta,” ungkapnya sambil tersenyum.
Tim juri dari ICCI dan UC Surabaya teliti mencicipi satu per satu hidangan, menilai mulai rasa, presentasi, hingga kreativitas.
Para pemenang nantinya akan mendapat tiket tampil di Indonesia International Halal Competition (IN2HCC), yang akan digelar pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Oktober 2025 mendatang.
“Kami melihat banyak kejutan dari para peserta, terutama dari kalangan pesantren dan mahasiswa. Teknik memasak dan penyajian mereka sudah setara dengan kompetisi tingkat nasional. Ini modal besar untuk membawa kuliner halal Indonesia lebih dikenal dunia,” ujar salah satu juri ICCI. @Man
