Surabaya | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SN-PKM) ke-5, dengan tema “Mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak melalui Integrasi Program Pengabdian dan Inovasi Teknologi”.
Rektor Unusa, Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada konsep atau rencana. Makna berdampak itu luas, bukan hanya sekadar hilirisasi. Kontribusi perguruan tinggi harus dirasakan secara nyata, baik melalui inovasi teknologi maupun ide-ide cemerlang dalam sains. Dari situ, masyarakat akan melihat peran nyata perguruan tinggi,” tegasnya.
Ketua penyelenggara, Muhammad Afwan Romdloni, S.H.I., M.Ag., menambahkan, bahwa pengabdian masyarakat harus berangkat dari pengetahuan yang terus berkembang dan mampu berinovasi.
“Tahun ini, 101 pemakalah dari 14 institusi pendidikan berpartisipasi, dengan mayoritas topik di bidang kesehatan (57%), disusul pendidikan (18%), pemberdayaan komunitas (12%), teknologi (7%), dan bidang lainnya,” ujarnya.
Selain akademisi, industri juga turut mendukung. Corporate Secretary PT Pelindo Petikemas, RM. Widyaswendra, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi, menjadi kunci penting dalam mendukung pembangunan bangsa.
“Industri tanpa kerja sama dengan instansi pendidikan seperti kehilangan arah. Dengan kolaborasi, potensi bisa digali dan dikembangkan bersama,” ujarnya. 
Salah satu hasil nyata adalah kerja sama Unusa dengan PT Pelindo dalam penyediaan air bersih bagi pesantren serta pengembangan Teknologi Mobile Water Treatment and Incinerator.
Menurut Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, Ph.D., program ini telah memberi manfaat kesehatan bagi 115.966 jiwa.
“Kolaborasi antara industri dengan perguruan tinggi pasti ada trigger-nya. Industri butuh pengakuan ilmiah, yang mana itu hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi. Termasuk salah satunya Teknologi Mobile Water Treatment and Incinerator Unusa yang kita lihat sebagai peluang kolaborasi. Peguruan tinggi dan industri itu harus aktif dan adaptif,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti sinergi antara perguruan tinggi dan industri mampu menghasilkan teknologi yang relevan sekaligus berdampak langsung bagi masyarakat luas. R3D
