Nasional Pendidikan

Kamis, 25 September 2025 - 17:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

ITS Satukan PTN Lewat Forwarek, Dorong Sinergi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menginisiasi langkah besar bagi kedaulatan pangan Indonesia.

Melalui Forum Wakil Rektor (Forwarek) Bidang Kerja Sama PTN-ISI se-Indonesia 2025, ITS mengajak 32 perguruan tinggi negeri (PTN) dan Institut Seni Indonesia (ISI) untuk bersinergi.

Forum yang digelar di Gedung Rektorat ITS, Kamis (25/9), mengusung tema Sinergi Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto PhD hadir langsung membuka acara. Dalam sambutannya, ia menegaskan riset dan inovasi perguruan tinggi tidak boleh berhenti di kampus.

“Harus diintegrasikan dengan kebutuhan industri, khususnya petani. Hanya dengan begitu, keberlanjutan ketahanan pangan bisa terjamin,” ujarnya.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menambahkan, kampus memiliki peran vital bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga menghasilkan riset aplikatif yang berdampak.

“Forum ini menjadi momentum penting agar lahir strategi nyata mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA, mempertegas tantangan pangan tidak bisa diselesaikan parsial. Sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri adalah kunci.

Menurutnya, prioritas utama mencakup benih unggul, pupuk berimbang, pengelolaan lahan sawah, pembangunan irigasi, hingga regenerasi petani.

Ali juga menyoroti pentingnya konsep smart farming. Pertanian berbasis digital ini memungkinkan observasi dan pengukuran yang akurat, sekaligus ramah lingkungan.

“Masa depan pertanian Indonesia bergantung pada generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi,” katanya.

Lewat Forwarek ini, ITS sekaligus memperkuat dukungannya terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Terutama poin ke-2 tentang mengurangi kelaparan, poin ke-9 soal inovasi dan infrastruktur, serta poin ke-17 mengenai kerja sama global.

Forwarek di Surabaya ini diharapkan jadi pijakan penting bagi perguruan tinggi se-Indonesia untuk melahirkan inovasi pangan yang tak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat luas. @Man


 

96

Baca Lainnya