Pemerintahan

Jumat, 14 November 2025 - 15:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Kemendukbangga/BKKBN Jatim Perkuat Integrasi Data Keluarga, Gelar Rekonsiliasi SIGA 2025

SIDOARJO | klikku.id — Upaya memperkuat akurasi dan integrasi data keluarga terus digenjot Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Jawa Timur.

Selama dua hari, 13–14 November 2025, BKKBN Jatim menggelar Konsolidasi dan Rekonsiliasi Data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) 2025 di Sidoarjo.

Kegiatan ini melibatkan 90 peserta dari 38 kabupaten/kota, pengelola Pendataan Keluarga (PK), operator VerVal Keluarga Berisiko Stunting (KRS), IPeKB, hingga tim Kemendukbangga/BKKBN Jatim.

Plh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, menegaskan pentingnya penguatan kualitas data sebagai fondasi kebijakan.

“Data harus akurat, tepat waktu, dan akuntabel. Melalui konsolidasi dan rekonsiliasi ini, SIGA diharapkan menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan di semua level,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.

Menurut Sukamto, integrasi lintas sistem—mulai SIGA, Pendataan Keluarga, Elsimil, VerVal KRS hingga SIRIKA—menjadi kunci efisiensi dan penguatan kebijakan berbasis bukti.

Sistem yang saling terhubung akan meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat validasi, dan memaksimalkan pemetaan data sasaran.

Fokus utama kegiatan tahun ini adalah rekonsiliasi mutasi dan stok opname alat kontrasepsi (alkon). Peserta juga memperoleh pendalaman implementasi aplikasi baru SIRIKA yang menjadi bagian penting sistem data terpadu BKKBN.

Kegiatan dua hari itu sekaligus menjadi momen evaluasi pelaksanaan Pendataan Keluarga 2025, yang berhasil mencapai 100 persen di seluruh kabupaten/kota.

“Pencapaian ini bukti nyata kuatnya komitmen daerah. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola data,” kata Sukamto.

Selain teknis pendataan, turut dibahas penguatan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) serta MBG (Makan Bergizi Gratis). Keduanya membutuhkan data presisi untuk memastikan intervensi stunting tepat sasaran.

Pemanfaatan data PK juga didorong untuk pengembangan Kampung Berkualitas dan Rumah Data Kependudukan (RDK).

Sukamto mengakui tantangan tahun depan tidak ringan karena adanya pembatasan anggaran. Meski begitu, ia menegaskan kualitas data harus tetap dijaga.

“Dengan data yang baik, program dapat berjalan efektif meski dengan sumber daya terbatas,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BKKBN Jatim memberikan penghargaan Manajemen Data dan Tata Kelola Pemutakhiran PK 2025 kepada tiga daerah terbaik: Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Gresik.

Untuk ketegori Pencatatan dan Pelaporan SIGA, penghargaan diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo.

Melalui Rekonsiliasi Data SIGA 2025, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat sistem data keluarga yang efektif, transparan, dan terintegrasi, guna mempercepat pembangunan keluarga berkualitas serta penurunan stunting di Jatim. AMan


 

74

Baca Lainnya