JAKARTA| klikku.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat kinerja kuat pada kuartal ketiga 2025.
Periode ini menjadi kuartal penuh pertama setelah proses merger rampung, dan hasilnya langsung menunjukkan pertumbuhan signifikan di hampir seluruh lini bisnis.
Pada laporan resmi, Kamis (14/11), perseroan mencatat pendapatan Rp11,47 triliun atau melesat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA yang dinormalisasi tumbuh 24 persen menjadi Rp5,40 triliun.
Sementara laba bersih setelah dinormalisasi naik drastis 288 persen menjadi Rp1,15 triliun. Layanan data dan digital masih menjadi penopang utama, berkontribusi 89,7 persen terhadap pendapatan.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi menegaskan kinerja kuat ini merupakan bukti suksesnya integrasi pascamerger.
“Kuartal ketiga menandai fase penting; momentum pascamerger semakin solid. Peningkatan ARPU dan basis pelanggan yang membesar menunjukkan strategi monetisasi berjalan baik,” ujarnya.
XLSMART juga menegaskan target sinergi pascamerger sebesar 150–200 juta dolar AS pada 2025 masih sesuai jalur.
Penyatuan pusat operasional layanan, optimalisasi site jaringan, serta dukungan dari vendor utama seperti ZTE dan Huawei dinilai memperkuat efisiensi operasional.
Jumlah pelanggan kini mencapai 79,6 juta, naik 36 persen secara tahunan. ARPU blended meningkat menjadi Rp39 ribu. Pengguna aktif aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren juga bertambah menjadi 39,1 juta, tumbuh 21 persen YoY.

Di sisi jaringan, peningkatan terasa nyata. Proses integrasi membuat kecepatan unduh melonjak hingga 71 persen dan perluasan cakupan Smartfren bertambah 38 persen. Trafik layanan naik 53 persen hingga mencapai 3.903 petabytes.
XLSMART kini mengoperasikan lebih dari 209 ribu BTS, atau meningkat 27 persen dibanding tahun lalu, dengan 15 ribu objek jaringan berhasil diintegrasikan.
Ekspansi jaringan juga dipercepat melalui skema national roaming dan MOCN, yang memungkinkan pelanggan XL dan Smartfren saling memanfaatkan jaringan secara terpadu.
Efeknya, layanan dinilai lebih stabil dan menjangkau lebih banyak wilayah—termasuk tambahan 192 kota baru untuk pengguna Smartfren.
Dari sisi bisnis, tiga pilar utama, yakni Mobile, Enterprise, dan Home, menjadi penyumbang pertumbuhan. Segmen mobile diperkokoh dengan tiga merek XL, AXIS, dan Smartfren.
Pada segmen enterprise, peluncuran ESTA (Enterprise Smart Technology & Automation) memperkuat layanan digital seperti IoT, cloud, dan keamanan siber.
Sementara layanan XL Satu di segmen home mendekati satu juta pelanggan dan terus memperluas pasar keluarga.
Secara keuangan, posisi perseroan dinilai sehat. Utang kotor tercatat Rp22,50 triliun dengan net debt to EBITDA 3,27x. Free cash flow meningkat 23 persen menjadi Rp9,41 triliun.
Realisasi belanja modal hingga akhir September mencapai Rp4,26 triliun, terutama untuk mendukung peningkatan jaringan pascamerger.
Dengan semua capaian tersebut, XLSMART menegaskan ambisinya memimpin era konektivitas terpadu dan mempercepat digitalisasi nasional. AMan
