Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 21 November 2025 - 16:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

50 Juta Warga Belum Punya Rekening, LPS Minta Literasi Keuangan Digenjot

JAKARTA | klikku.id  — Sekitar 50 juta warga Indonesia masih belum memiliki rekening bank. Kondisi ini dinilai menghambat upaya peningkatan inklusi keuangan nasional, terutama dalam penyaluran bantuan pemerintah dan akses layanan finansial formal.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan data tersebut saat menghadiri Munas XI MUI di Jakarta, Jumat (21/11).

“Kepemilikan rekening adalah pintu masuk utama masyarakat untuk terhubung dengan layanan keuangan formal,” ujarnya.

Distribusi penduduk tanpa rekening masih timpang. Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yakni 25,55 persen, disusul Sulawesi, Maluku, dan Papua sebesar 23,47 persen.

Sementara Sumatera tercatat 19,08 persen dan Jawa 19,55 persen. Daerah dengan inklusi terbaik adalah Bali dan Nusa Tenggara, dengan tingkat penduduk tanpa rekening terendah 14,30 persen.

Dilihat dari kelompok usia, warga usia 5–14 tahun mendominasi 76,3 persen, disusul usia 15–24 tahun sebesar 15,6 persen. Menurut Anggito, hal ini menunjukkan perlunya edukasi sejak dini.

“Banyak masyarakat belum paham cara menyimpan dan mengelola uang. Literasi keuangan harus dimulai dari sekolah dan keluarga,” tambahnya.

Saat ini, jumlah rekening simpanan di perbankan mencapai 660 juta akun per September 2025. Dengan populasi sekitar 250 juta jiwa, berarti rata-rata terdapat tiga rekening per orang.

Namun, tidak semua rekening memenuhi ketentuan penjaminan simpanan karena ada aturan limit dan kepatuhan bank.

Anggito menegaskan, target pemerintah adalah semua warga memiliki rekening pribadi, termasuk untuk kemudahan transaksi, usaha mikro, hingga bansos.

“Kolaborasi pemerintah, perbankan, dan organisasi masyarakat menjadi kunci agar seluruh warga dapat terhubung ke sistem keuangan formal,” tegasnya. R3d


 

79

Baca Lainnya