BIREUEN | klikku.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memerintahkan percepatan penuh pemulihan kelistrikan di Aceh pascabanjir besar yang meluluhlantakkan jaringan transmisi sejak lima hari terakhir.
Saat meninjau titik penumpukan material perbaikan di Markas Yonif 113/Jaya Sakti, Kabupaten Bireuen, Selasa (2/12), Bahlil menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan mendesak warga.
“Lakukan pemulihan kelistrikan di Aceh dengan maksimal. Masyarakat membutuhkannya. Masalah ini sudah berhari-hari,” tegasnya.
Menurut Bahlil, lima menara transmisi bertegangan tinggi roboh akibat banjir dan longsor yang menerjang Bireuen dan beberapa kabupaten lain pada Rabu (26/11). Kondisi itu membuat pasokan listrik di hampir seluruh Aceh lumpuh.
Ia mengapresiasi tim pemulihan yang harus bekerja dalam medan ekstrem. Akses ke lokasi hanya bisa dijangkau dengan helikopter karena jalur darat terputus. “Medannya tidak gampang. Jadikan ini panggilan tugas dan pengabdian kepada bangsa,” katanya.
Bahlil juga meminta dukungan penuh TNI serta pemerintah daerah untuk mempercepat pemasangan menara pengganti. “Dukungan prajurit TNI sangat dibutuhkan agar perbaikan berjalan maksimal,” ujarnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan pihaknya terus mempercepat proses pemulihan. Ia menjelaskan bahwa lima menara yang rusak berada di titik yang sama sekali tidak dapat diakses truk atau alat berat. “Seluruh mobilisasi personel dan material harus menggunakan helikopter,” jelasnya.
PLN menargetkan pemasangan menara pengganti dapat selesai dalam dua hari, ditambah dua hari pemasangan kabel transmisi. “Jika seluruh tahapan sesuai rencana, pasokan listrik di Aceh akan pulih sepenuhnya,” kata Darmawan.
Saat ini seluruh tim pemulihan, TNI, dan pemerintah daerah bekerja paralel untuk mengejar target normalisasi listrik secepat mungkin. R3d
