TRENGGALEK | klikku.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa meresmikan Program Rehabilitasi Terumbu Karang di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, Selasa (20/1).
Program ini menjadi langkah konkret Pelindo dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus mendorong ekonomi biru berbasis masyarakat.
Seremoni dihadiri Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, jajaran Pemprov Jatim, OPD terkait, TNI–Polri, pemerintah kecamatan dan desa, hingga komunitas pesisir. Inisiatif ini masuk pilar lingkungan TJSL Pelindo dan selaras dengan gerakan Pelindo Lestari.
Kondisi karang nasional memang memprihatinkan. Data LIPI menunjukkan 36,18 persen terumbu karang Indonesia rusak, sementara yang berkondisi baik dan sangat baik hanya 6,56 persen. Di Trenggalek, sekitar 30 ribu meter persegi karang tercatat rusak pada 2024.
“Butuh aksi nyata dan kolaborasi,” kata Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo.
Pelindo menggandeng LAZNAS LMI dan Pokmaswas Rembeng Raya. Kegiatannya meliputi penanaman, transplantasi, perawatan, hingga perlindungan kawasan dengan melibatkan warga pesisir.
Total ditanam sekitar 3.000 bibit karang melalui 30 unit Bioreeftek Cinta, 11 unit kebun bibit, dan 10 unit Eco Fish House. Nilai program mencapai Rp 138,75 juta dari dana TJSL.
“Terumbu karang bukan hanya penyangga ekosistem, tetapi sumber hidup masyarakat. Kami ingin dampaknya berkelanjutan,” tegas Purwanto.
Wakil Bupati Trenggalek itu mengapresiasi langkah Pelindo. Menurutnya, rehabilitasi karang membuka peluang pengembangan ekowisata bahari yang ramah lingkungan. “Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ke depan, pengelolaan dan perawatan dilakukan Pokmaswas Rembeng Raya dengan pendampingan LMI Jawa Timur. Pengawasan dan evaluasi rutin disiapkan agar hasil rehabilitasi terjaga.
Targetnya, Pantai Mutiara bukan hanya kawasan konservasi, tetapi juga destinasi wisata bahari yang menumbuhkan ekonomi lokal tanpa mengorbankan kelestarian laut. AMan
