SURABAYA | klikku.id – Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Timur gelar penguatan sinergi kerja di 2026, Senin (30/3/2026).
Lewat forum “Peningkatan Sinergitas dan Pembinaan Pegawai serta Dukungan Aktif Mitra Kerja Strategis”, fokus diarahkan pada percepatan program prioritas quick wins, sekaligus penegakan disiplin ASN.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukamto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan agenda Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
“Seluruh target sudah tertuang dalam perjanjian kinerja sejak awal tahun. Kami all out memastikan capaian program berjalan optimal,” ujarnya.
Sejumlah quick wins menjadi tulang punggung 2026. Mulai dari TAMASYA yang berfokus pada pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), SIDAYA untuk pembinaan lansia, hingga GENTING (Gerakan Terpadu Penurunan Stunting). Ada pula Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong peran ayah dalam pengasuhan keluarga.
Selain itu, BKKBN Jatim menargetkan penguatan layanan KB, termasuk penyediaan alat kontrasepsi, peningkatan KB pasca persalinan, serta optimalisasi Kampung KB.
Di lapangan, tantangan masih cukup berat. Saat ini, 138 pegawai internal dibantu 1.348 Petugas Keluarga Berencana (PKB/PLKB) harus melayani rasio hingga 1:6 desa/kelurahan. “Ini jadi perhatian serius dalam peningkatan layanan,” tambah Sukamto.
BKKBN Jatim juga melaporkan progres kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dalam program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 1.037 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif menyalurkan bantuan dengan dukungan ribuan kader pendamping keluarga.
Dari sisi internal, kinerja 2025 tercatat “Baik” dengan nilai 87,88. Namun, indeks kedisiplinan yang masih di angka 50,87 menjadi sorotan utama.
Sukamto memberi peringatan tegas kepada ASN agar menjaga integritas. Ia menyinggung ancaman judi online, pinjaman online, hingga kecanduan game yang dinilai bisa merusak kinerja.
“Masalah absensi dan perilaku negatif harus dihentikan. Kita harus saling mengingatkan,” tegasnya.
Kegiatan ini turut melibatkan jajaran internal, Dharma Wanita Persatuan, serta mitra strategis seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat implementasi program hingga tingkat lapangan. AMan
