Bangkalan | klikku.id — Suasana ditepi perairan Desa Tonjung, Kecamatan Burneh, tidak lagi sama. Tangis pecah dari keluarga yang berharap keajaiban datang, setelah seorang perempuan beserta anaknya dilaporkan hilang secara misterius.
Diantara kerumunan warga, seorang anggota keluarga tidak kuasa menahan duka. Ia menangis tersedu, memanggil nama ibunya yang hingga kini belum ditemukan. Harapan dan kecemasan bercampur menjadi satu, terlebih setelah ditemukan sepasang sandal kecil milik korban di lokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M Zainul Qomar, menggambarkan situasi di lapangan yang begitu menyentuh.
“Kondisi keluarga sangat terpukul. Dari pihak laki-laki sampai menangis histeris. Ini sangat meresahkan, apalagi dengan adanya dugaan buaya,” ujarnya lirih.
Sejak pagi, deru perahu mesin memecah keheningan. Sedikitnya 2 dari 15 perahu dikerahkan, berputar tanpa henti menyisir perairan. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, hingga relawan SAR dari Madura diagendakan bahu-membahu mencari jejak terakhir sang ibu beserta anaknya tersebut.
Namun bukan hanya waktu yang menjadi lawan. Ketakutan juga mengendap di benak warga. Malam sebelumnya, beberapa orang mengaku melihat dua ekor buaya muncul ke permukaan.
Cerita itu cepat menyebar, menambah kecemasan yang sudah menggunung. Apalagi ciri-ciri buaya yang dilihat bermoncong panjang diduga jenis buaya muara.
“Warga sempat melihat langsung. Bahkan kami sudah mencoba memancing dengan ayam dan bebek, tapi belum ada hasil,” ungkap Qomar.
Disisi lain, kehidupan warga seperti tertahan. Aktivitas di sekitar perairan dihentikan sementara. Banner peringatan dipasang, seolah menjadi garis batas antara harapan dan bahaya.
Ditengah situasi itu, para petugas tetap bekerja tanpa henti. Sebagian menyisir permukaan air, sebagian lain bersiaga mengantisipasi kemungkinan ancaman dari bawah.
Bagi keluarga korban, setiap detik terasa begitu panjang. Mereka hanya bisa menunggu, memanjatkan doa, dan berharap sosok yang mereka cintai bisa kembali atau setidaknya ditemukan.
Peristiwa ini bukan sekadar operasi pencarian. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang cinta keluarga, dan tentang harapan yang bertahan ditengah ketidakpastian.
#Anam
